Kuota Penerimaan Kartu Prakerja Tahun Ini Belum Bisa Ditentukan

Selasa, 23 Februari 2021 18:54
Kuota Penerimaan Kartu Prakerja Tahun Ini Belum Bisa Ditentukan
Kartu pra kerja – Foto: Ilustrasi

BERTUAHPOS.COM — Kuota untuk penerimaan kartu prakerja di tahun 2021 sejauh ini belum bisa dipastikan. Hal ini diungkapkan oleh Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu usai konferensi pers pembukaan gelombang 12 Kartu Prakerja, Selasa, 23 Februari 2021.

Dia mengatakan, sejauh ini baru ditetapkan untuk kuota hingga semester pertama 2021 dengan jumlah 2,7 juta peserta. Sementara anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan program pada paruh pertama 2021 itu sebesar Rp10 triliun.

Advertisement

“Anggaran yang sudah definitif adalah Rp10 triliun untuk satu semester dengan 2,7 juta penerima dalam skema yang sama persis seperti 2020,” ujaranya. 

Kata Louisa, pemerintah sudah merencanakan penganggaran untuk program Prakerja hingga Rp20 triliun di tahun 2021, meskipun mungkin masih berpeluang akan ada perubahan. Oleh sebab itu, belum bisa dipastikan berapa target kuota penerima program Prakerja di semester kedua mendatang.

Baca: Euforia Jokowi Berakhir, Dolar Tembus Rp 12.000 Lagi

BACA JUGA:  Plt Kadissos Siak Hj Robiati: Dana Covid-19 untuk Bantuan Sembako Masih Ada

Dia menambahkan, dirinya memastikan manajemen pelaksana akan berupaya agar jumlah penerima manfaat tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,5 juta orang.

“Tahun 2020 tanpa menggunakan pendekatan kuota sudah banyak orang yang bekerja di sektor pariwisata yang menjadi penerima Kartu Prakerja. Usaha lebih akan kami lakukan agar lebih banyak lagi yang bisa bergabung pada 2021 ini,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan program Kartu Prakerja untuk semester pertama 2021, masih akan pakai skema semi Bantuan Sosial atau Bansos. Termasuk besaran bantuan untuk pelatihan (Rp1 juta), dan insentif pasca pelatihan Rp600 ribu tiap bulannya yang akan disalurkan selama empat bulan.

Lalu ada insentif survei sebesar Rp50 ribu tiap satu kali. Sedangkan survei akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan total insentif survei sebesar Rp150 ribu. “Gelombang 12 akan dibuka dengan kuota 600 ribu peserta, dan target 2,7 juta penerima dapat didanai dengan anggaran Rp10 triliun,” ungkapnya. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 24 Februari 2021 11:01

Siaga Karhutla, Mardianto Manan: Jangan Sampai Ada Dua Bencana, Covid-19 dan Asap

“Jangan sampai kita kena dua, pandemi covid-19, tambah asap (karhutla),”

Rabu, 24 Februari 2021 10:53

Riau Gesa Transaksi Non Tunai di Internal Pemerintahan

implementasi sistem ini di setiap daerah, memang berbeda-beda tergantung kendala yang dihadapi.

Rabu, 24 Februari 2021 10:36

Studi: Guru Berperan Penting dan Penyeberan Covid-19

Studi itu muncul setelah investigasi melibatkan sekitar 2.600 siswa dan 700 staf sekolah di Georgia.

Rabu, 24 Februari 2021 10:01

Pengamat Hukum Minta Hakim Ringankan Putusan untuk Sayuti

Nurul Huda menilai majelis hakim harus memberikan putusan yang ringan untuk Sayuti Munte

Rabu, 24 Februari 2021 09:07

Karena Keberaniannya, Pilot Ini Diangkat Jadi Menteri Soekarno

Kapten Partono diangkat oleh Soekarno jadi Menteri Perhubungan

Rabu, 24 Februari 2021 08:30

Turnamen Pramusim, PT LIB Sediakan Rp200 Juta Tiap Pertandingan

Rp200 juta tiap pertandingan di turnamen pramusim nanti

Rabu, 24 Februari 2021 08:23

Lewandowski Terus Tunjukkan Performa di Level Tertinggi

Setelah Rebert Lewandowski ada Raul, yang mencetak 71 gol.

Selasa, 23 Februari 2021 21:32

WHO Ungkap Kapan Waktunya Pandemi Corona Berakhir

2021 penyebaran Covid-19 masih akan terjadi, namun bisa dikendalikan.

Selasa, 23 Februari 2021 20:33

Pfizer Lebih Dipercaya Dunia Ketimbang Sinovac

Tercatat 65 negara yang telah mempercayakan pada vaksin ini.