• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ahmad Khozinudin: Pembongkaran Pagar Laut Bukan Prestasi, Hanya Mengonfirmasi Kegagalan Negara

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Januari 2025
Ahmad Khozinudin: Pembongkaran Pagar Laut Bukan Prestasi, Hanya Mengonfirmasi Kegagalan Negara

Koordinator Tim Advokasi Melawan Oligarki Rakus Perampas Tanah Rakyat, Ahmad Khozinudin

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Koordinator Tim Advokasi Melawan Oligarki Rakus Perampas Tanah Rakyat, Ahmad Khozinudin, menyampaikan kritik tajam terhadap langkah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait permasalahan pagar laut.

Menurutnya, langkah pembongkaran pagar laut di Tangerang, Banten itu bukanlah sebuah prestasi, melainkan hanya pengakuan atas kegagalan negara dalam menjalankan fungsinya melindungi rakyat.

“Meski perlu diapresiasi kinerjanya, namun apa yang dilakukan BPN/ATR tentang pagar laut itu bukan sebuah prestasi. Ini sekadar konfirmasi bahwa negara gagal menjalankan fungsi pelayanannya terhadap rakyat, khususnya nelayan yang terhalang aksesnya ke sumber penghidupan mereka,” ujarnya dalam program ILC, yang tayang pada Kamis, 23 Januari 2024.

Ahmad juga menyoroti Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, belum memberikan kejelasan terkait parameter pencabutan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas laut — yang dianggap melanggar aturan. Ia khawatir bahwa parameter evaluasi yang menggunakan garis pantai justru bisa dimanipulasi.

“Saya khawatir akan ada penyempitan atau perluasan batas pantai. Akibatnya, banyak SHGB ilegal yang akan diselamatkan dengan alasan berada di belakang garis pantai karena abrasi. Ini masih menjadi misteri, karena ATR/BPN hanya menjelaskan bahwa SHGB di luar garis pantai akan ditinjau atau dibatalkan, tapi tidak dijelaskan mana saja yang benar-benar dibatalkan,” ujarnya.

Ahmad meminta Kementerian ATR/BPN untuk lebih transparan dengan menyebutkan secara spesifik SHGB mana saja yang dibatalkan. Ia khawatir langkah ini hanya bersifat simbolis, dengan jumlah SHGB yang dibatalkan sangat kecil dibandingkan dengan jumlah yang sebenarnya bermasalah.

Selain itu, Ahmad juga mengkritik fokus Kementerian ATR pada satu lokasi, yaitu Desa Kohod, dalam menangani masalah pagar laut. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya terjadi di satu desa, melainkan menyebar di banyak wilayah.

“Pagar laut ini bukan hanya di Desa Kohod. Asumsi kami, ada ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu SHGB yang diterbitkan di atas laut. Sayangnya, Kementerian ATR hanya mengekspos satu kasus di Desa Kohod, sementara banyak wilayah lain diabaikan,” katanya.

Perampasan tanah oleh pihak-pihak tertentu tidak hanya terjadi di kawasan laut, tetapi juga di darat. Berdasarkan data yang diterima dari para korban, perampasan mencakup area sungai, jembatan, hingga jalan, yang diambil alih oleh perusahaan properti besar.

“Ini bukan masalah baru. Perampasan tanah ini sudah terjadi sejak 2018, dan hingga kini belum ada tindakan tegas dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Ahmad menegaskan bahwa langkah Kementerian ATR/BPN sejauh ini belum menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan akar permasalahan, dan ia berharap pemerintah dapat lebih transparan, tegas, dan adil dalam menangani kasus-kasus ini.***

Tags: Hukumnasional
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Next Post

Kabupaten Rokan Hulu 3 Besar Terbaik Prov Riau survey Integritas KPK

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.