• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

WALHI Riau: Transmigrasi Lokal Bukan Solusi Bagi Warga Rempang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 April 2025
WALHI Riau: Transmigrasi Lokal Bukan Solusi Bagi Warga Rempang

WALHI Riau: Transmigrasi Lokal Bukan Solusi Bagi Warga Rempang

Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menegaskan bahwa tawaran transmigrasi lokal yang dibawa oleh Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, saat kunjungan ke Rempang pada 18 April 2025 bukanlah solusi atas konflik Rempang Eco-City. Menurut WALHI, pemindahan warga dari kampung lama ke lokasi relokasi sama artinya dengan penggusuran.

Eko Yunanda, Manajer Pengorganisasian dan Akselerasi Wilayah Kelola Rakyat WALHI Riau, menyatakan bahwa transmigrasi lokal bukanlah jawaban yang dikehendaki masyarakat Rempang. “Pemindahan paksa, meski dibungkus dengan istilah ‘transmigrasi lokal’, tetap saja menggusur. Ini bukan hanya menghilangkan ruang hidup masyarakat, tapi juga mengancam identitas sejarah dan budaya mereka yang telah tinggal sejak 1834,” ujar Eko.

Ia menambahkan, proyek Rempang Eco-City yang bertujuan membangun kawasan industri justru menciptakan ketimpangan ruang dan beban lingkungan. Para nelayan dan petani di Pulau Rempang menjadi pihak yang paling terdampak, karena proyek tersebut berpotensi menghancurkan ekosistem laut dan mengurangi lahan produktif.

Sementara itu, suara penolakan juga datang dari masyarakat sendiri. Ishaka, perwakilan Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB), menyampaikan bahwa relokasi tidak dapat menggantikan nilai kampung halaman. “Kami sudah hidup nyaman di kampung kami. Kehadiran proyek ini justru membuat kami terusik,” ucap Ishaka.

Menurutnya, sejak pembangunan rumah relokasi di Tanjung Banun dimulai, warga sekitar mengeluhkan rusaknya hutan mangrove dan matinya ikan-ikan di keramba akibat limpasan lumpur dari proyek. Jika warga dari 16 titik kampung tua dipusatkan ke satu area, maka konflik horizontal di antara nelayan bisa timbul akibat perebutan ruang tangkap. Sedangkan untuk petani, tanah seluas 500 m² yang dijanjikan di relokasi tidak mencukupi untuk melanjutkan mata pencaharian mereka.

Ishaka juga mengkritik pemerintah yang dinilai lebih mendengar keinginan investor ketimbang masyarakat yang telah lama tinggal di Rempang. “Kami tidak butuh relokasi. Yang kami butuhkan adalah pengakuan negara atas kampung tua dan perlindungan atas sumber daya alam laut dan darat yang menjadi tumpuan hidup kami,” tegasnya.

WALHI Riau pun menyerukan agar pendekatan pembangunan tidak mengorbankan hak-hak masyarakat adat dan mendesak pemerintah untuk menghormati pilihan hidup warga Rempang tanpa paksaan atau intimidasi.***

Tags: Hukumlingkungan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Wisata Sungai Mayor Salah Satu Surga Alam Tersembunyi, Hanya Satu Jam dari Pekanbaru

Wisata Sungai Mayor Salah Satu Surga Alam Tersembunyi, Hanya Satu Jam dari Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.