Membangun Ketokohan Kepemimpinan di Era Digital

Kamis, 02 Januari 2020 16:33
Membangun Ketokohan Kepemimpinan di Era Digital

Oleh H. Sofyan Siroj AW, Lc., M.M.
Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PKS


Kita mungkin tidak pernah lupa dengan momen Tsunami SBY dan sekarang ini Tsunami Jokowi.

Advertisement

Dari pemilu 2004 sampai saat sekarang ini kemenangan politik tidak hanya di tentukan oleh faktor mesin politik, kerja para caleg, kapital berupa materi dan networking, atau gerakan serangan darat yang dilakukan oleh para kader militan.

Mardani Ali Sera, politikus PKS pernah menganalisis Tsunami SBY dengan mengemukakan tiga hal: Pertama, SBY sulit ditandingi karena pola Political Marketing yang bertemu dengan Politcal Branding pada saat yang tepat.

Baca: Cegah Korupsi Anggaran COVID-19, Pemerintah Daerah Harus Terbuka

Kondisi fisik good looking, karakter yang santun dan momentum yang pas dan tepat. Sehingga apa yang disebutkan David Alexord saat menilai Obama adalah pernyataan yang sangat nendang: “We found the man” (kita menemukan orang yang tepat)

Kedua, faktor masyarakat Indonesia yang rata-rata usia sekolah 7,5 tahun memerlukan sosok figur yang bisa menyederhanakan persepsi pemilih.

Ketiga, membangun ketokohan merupakan keharusan bagi para pemimpin di era dunia digital saat sekarang ini.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah: Pertama, perlu usaha serius dan berbasis merit system melahirkan tokoh.

Sehingga tidak ada lagi tokoh karbitan atau “bahasa kasarnya” pemimpin yang diternak dengan kekuatan kapital.

Lalu dipergunakan sesuai dengan yang mempunyai “peternakan” untuk menambah pundi-pundinya yang sudah ada.

Kedua, setiap pemimpin harus menghargai ruang publik. Rumus sederhana ruang publik adalah integritas. Sama kata dengan perbuatan. Karena bagi publik, kekuasaan adalah kepercayaan.

Peluang emas kepemimpinan dan dukungan publik harus dimanfaatkan oleh para pemimpin untuk berdialog dengan publik secara tulus melayani kebutuhan publik.

Kepemimpinan, dukungan dan harapan masyarakat adalah dengan cara berbicara dengan mereka sambil bekerja, sehingga terbuka cakrawala pemikiran mereka tentang nilai apa yang kita perjuangkan bersama, untuk mewujudkan kesejahteraan dan peradaban yang maju.***

Salam Total Leadership!