Kurban ‘Negeri yang Berkurban’

Sabtu, 01 Agustus 2020 14:30
Kurban ‘Negeri yang Berkurban’

Oleh: M.J Paslah
Editor dan Kreator Bertuahpos

ZAM-zam… zam-zam! sebut Hajar sontak.Karena rahmat Allah SWT, berkumpullah air terjernih di dunia itu.

Advertisement

Maka Ismail yang tengah haus hingga menghentakkan kakinya ke tanah tandus tadi, menghentikan tangis, saat meminum air zam-zam.

Hingga kini air itu pun masih membuncah, sebagai minuman calon haji yang tahun 2020 ini masih berdatangan, meski dalam masa pandemic.

Baca: Tagihan Listrik vs Rasa Aman (Pemerintah Mengkhianati Semangat Pendirian PLN?)

Saat Ismail beranjak remaja 13 tahun, Ibrahim as diperintahkan pula menyembelih Ismail dalam mimpinya.

Apa kata Ismail, “Ya… Ayahanda, kalau itu benar wahyu dari Allah SW, laksanakanlah,” kata Ismail tegar. Sedih bercampur takut, Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT.

Namun, sekali lagi Allah SWT perlihatkan rahmatnya, dengan menukarkan fisik Ismail dengan kibas, sebagai qurban cikal bakal kota tandus itu.

Sebagai rasa syukur yang mendalam, Ibrahim as mengajak Ismail membangun sebuah kiblat agama hanif alias Islam yang kini dikenal kakbah itu.

Episode Negeri Zamrud Khatulistiwa

14 abad lebih berlalu ketika Muhammad SAW mengisahkan kembali sirah Ibrahim as pada sahabat-sabatnya, kini kita lihat pula Indonesia, sebuah negeri zamrud khatulistiwa di awal abad 15.

Dengan iklim sub tropis, menjadikan Indonesia syurga bagi tumbuhan hijau, syurga bagi beraneka ragam hewan, dan syurga bagi pengusaha dan pemimpin baru Indonesia.

Namun sejak 5 bulan belakangan, Indonesia seakan lumpuh. Wabah yang melanda negeri belum kunjung reda.

Mungkinkah qurban di lebaran Idul Adha tahun ini mampu mengembalikan surga yang hilang itu?

Hanya dibutuhkan sikap pemimpin seperti Ibrahim yang yakin dengan janji Tuhan Sang Pencipta, Si Hajar yang tegar dengan keputusan suami nan selalu berikhtiar datangnya mukjizat dari Allah SWT, dan si Ismail, yang meyakini keputusan Tuhannya, hingga menenangkan hati Sang Ayah yang galau.

Ketiga tokoh inilah yang kemudian mengembangkan kota Mekkah tak berpenghuni menjadi ramai dikunjungi.

Siap Indonesia, mencontoh episode Ibrahim, Hajar, dan Ismail? Semoga kurban sepenjuru negeri tahun ini diterima Allah SWT, dan melenyapkan wabah covid 19 dari bumi pertiwi. Amin…

Yakinlah!!!***