Putri Kerajaan Dubai Disandera Keluarga Sendiri, Video ‘Minta Tolong’ Bikin Geger

Rabu, 17 Februari 2021 13:25
Putri Kerajaan Dubai Disandera Keluarga Sendiri, Video ‘Minta Tolong’ Bikin Geger

BERTUAHPOS.COM — Latifa Binti Mohammed Al Maktoum, putri Kerajaan Dumai ini dilaporkan tengah disandera oleh keluarganya sendiri. Hal ini diketahui setelah dia mengirimkan sebua video yang dibagikannya.

Dalam video itu dia mengungkapkan bahwa pasukan khusus membiusnya saat dia melakukan percobaan melarikan diri dengan perahu, dan membawanya dalam sebuah penerbangan tahanan kerajaan.

Advertisement

BBC Panorama melaporkan, saat ini pesan video itu telah membuat geger teman-temannya, dan meminta bantuan PBB untuk ikut turun tangan.

Mantan utusan hak asasi PBB Mary Robinson, yang menggambarkan Latifa sebagai “wanita muda bermasalah” setelah bertemu dengannya pada tahun 2018, kini mengatakan bahwa dia “ditipu dengan mengerikan” oleh keluarga sang putri.

Baca: Pemotongan Gaji THL Pemko Diberlakukan

Mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan presiden Irlandia telah bergabung dengan seruan tindakan internasional untuk menetapkan kondisi dan keberadaan Latifa saat ini.

“Saya terus mengkhawatirkan Latifa. Banyak hal telah berubah. Jadi saya pikir itu harus diselidiki,” katanya.

Ayah Latifa, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah satu kepala negara terkaya di dunia, penguasa Dubai dan wakil presiden Uni Emirat Arab (UEA).

Video-video itu direkam selama beberapa bulan di telepon yang diberikan secara rahasia kepada Putri Latifa sekitar setahun setelah dia ditangkap dan kembali ke Dubai. Ia merekamnya di kamar mandi karena itu satu-satunya pintu yang bisa dia kunci.

Putri Latifa melarikan diri dari Dubai pada 2018 karena menganggap kerajaan pimpinan keluarganya itu tidak memberikan kesempatan dan kebebasan yang sama terhadap kaum wanita

Sebelum upaya pelariannya tahun 2018, Latifa merekam sebuah video lain. Video itu diposting oleh akun rahasianya sehari setelah ia ditangkap.

“Jika Anda menonton video ini, itu bukan hal yang baik, entah saya sudah mati atau saya dalam situasi yang sangat, sangat, sangat buruk,” katanya.

Hal ini memicu keprihatinan internasional yang besar dan seruan untuk pembebasannya. Beberapa aktivis internasional meminta UEA untuk segera mengeluarkan putri kerajaan itu dari penahanan. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 04 Maret 2021 20:56

Pejuang Subuh Riau Bakal Suling dan Baksos di Meranti

Komunitas Pejuang Subuh

Kamis, 04 Maret 2021 20:31

Ratusan Personel Polres Kuansing Divaksin

Sebanyak 580 personel Polres di Kabupaten Kuansing jalani divaksinasi.

Kamis, 04 Maret 2021 19:32

Jalin Kerjasama Pengelolaan Zakat, UIR dan IZI Berkolaborasi

Potensi zakat yang bisa dihimpun dari zakat profesi para dosen sebesar Rp48 juta setahun.

Kamis, 04 Maret 2021 18:30

Guys, Kurang-kurangilah Nonton Video ‘Wikwik’, Ini Penjelasan Secara Ilmiah

Mencari kenikmatan seksual menjadi alasan mengapa seseorang mengakses video dewasa.

Kamis, 04 Maret 2021 17:33

Beyon Hadir dengan Layar Sentuh 10 Inci, Harganya Labih Dikit dari Inova Lah

Mesin bensin turbo tiga silinder 1.0 liter, performa mencapai 99 bhp hingga 118 bhp sebagai dapur pacu mobil ini.

Kamis, 04 Maret 2021 16:36

Ingin Adukan AHY ke Polri, Berkas Marzuki Alie Belum Lengkap

Marzuki Alie melaporkan AHY atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah

Kamis, 04 Maret 2021 16:30

Pemerintah ‘Panggil’  Perusahaan yang Lahannya Rawan Karhutla, Minta Bantu Alat dan Tenaga

Pihak perusahaan di Riau diminta berperan aktif dalam upaya upaya penanganan Karhutla.

Kamis, 04 Maret 2021 15:30

Jumlah Penderita ISPA Meningkat, Diduga Akibat Karhutla

Jumlah penderita ISPA di Pontianak, Kalimantan Barat, dilaporkan meningkat akibat kabut asap.

Kamis, 04 Maret 2021 13:50

Politisi Demokrat Ungkap ‘Buku Tamu Pertemuan Kudeta’, Ada Nama Moeldoko Diurutan 13 Daftar Hadir Peserta

Daftar buku tamu itu ditemukan oleh Tim Partai Demokrat.

Kamis, 04 Maret 2021 13:23

Azrori ‘Bernostalgia’ Ketika Air Sungai Batang Antan Jernih, Sayang, Kini Sudah Sangat Keruh

“Saya sangat menyayangkan kondisi Sungai Batang Antan yang mengeruh.”