• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN RAMADHAN: Pandangan Imam Al-Ghazali Soal Sikap Mengkafirkan Orang Lain

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 April 2021
Imam Al-Ghazali Tuduhan Kafir

Ilustrasi

127
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Fenomena mengkafirkan, atau tuduhan kafir kepada orang lain, bukan baru terjadi saat ini. Imam Al-Ghazali dalam Faishalut Tafriqah bainal Islam waz Zindiqah telah panjang lebar menuliskan tentang kesalahan-kesalahan dalam tuduhan kafir terhadap suatu golongan. 

Lahirnya kitab Faishalut Tafriqah bainal Islam waz Zindiqah bermula tatkala teman Al-Ghazali mengadu bahwa lawan Al-Ghazali dalam diskusi ilmu kalam telah mengeluarkan vonis kafir dan sesat terhadap sang hujjatul islam itu. 

Imam al-Ghazali merespons dengan rasa prihatin, serta merasa bertanggung jawab untuk meluruskan kesalahan-kesalahan dalam gampangnya vonis kafir kepada orang lain yang tidak sepaham dengannya, dengan menuliskan kitab ini.

Dalam pengantarnya di kitab itu dia mengungkap keresahannya perihal tuduhan kafir pada umat Islam. Cendikiawan Muslim saat itu salah dalam mengategorikan mana masalah pokok keyakinan (aqidah), dan mana cabang dari keyakinan. 

Menurutnya, betapa banyak perdebatan antara tokoh Muslim namun minim dalam memberikan kontribusi untuk meyakinkan umat Islam pada kebenaran. 

Sedangkan umat Islam dilanda berbagai fitnah tentang aqidah, dan banyaknya para pendakwah yang menganggap dirinya ada pada kebenaran, namun nyatanya ada dalam kesalahan, bahkan orang-orang yang mengajak terhadap persatuan dalam bingkai keislaman acap kali diacuhkan dan dijauhkan. 

Umat Islam menjadi bingung tanpa tahu kebenaran. Semua nasihat para ulama diabaikan, bahkan tidak dianggap kebenarannya. Padahal, pemicu terjadinya masalah tersebut disebabkan masalah kecil yang dibesar-besarkan. 

Yang cukup mengherankan, menurut al-Ghazali, mereka yang mengeluarkan fatwa “paling benar” dan “paling Islam”, melarang umat Islam untuk mengikuti fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh ulama selain kelompok dari golongannya yang mangaku paling benar. 

Bahkan jika ada yang mengajak pada kebenaran tapi bukan dari kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai “paling Islam” harus ditinggalkan, tidak boleh diikuti.   

Adapun kritik yang dilontarkan Imam Al-Ghazali, yakni mengajak pada para pendakwah untuk bisa menebarkan sikap tasamuh dalam berdakwah, serta mengedepankan persatuan. 

Melalui kitab kitab Faishalut Tafriqah bainal Islam waz Zindiqah dia menyampaikan, bahwa menjadi tokoh Islam itu berarti menjadi penunjuk umat dalam meraih hidayah, baik di suatu desa ataupun kota. 

Pendakwah mesti menyampaikan dengan kata yang lemah-lembut penuh hikmah, merapatkan barisan, serta berpegang teguh pada agama Allah yang kokoh. 

Dalam kitab tersebut juga memberikan standar agar tidak mudah menjustifikasi orang lain keluar dari Islam. Karena bagaimanapun, orang-orang yang masih iman terhadap kenabian Rasulullah SAW, dan mengakui setiap kepastian dalam agama yang sudah menjadi aturan Islam secara pasti, tetap dihukumi sebagai orang Islam yang wajib dijaga darahnya, jiwanya, dan hartanya. 

Imam al-Ghazali juga menyampaikan bahwa munculnya tuduhan kafir terhadap suatu golongan disebabkan mereka tidak paham koridor dan standar takfir (menuduh kafir) secara khusus. 

Menurutnya perbedaan amaliah dalam masalah ibadah tidak sampai berujung pada kekafiran. (bpc2)

Tags: Imam Al-Ghazalikajian ramadhanMengkafirkan orang laintuduhan kafir
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Menjaga kualitas puasa
Islampedia

KAJIAN RAMADHAN: Mari Menjaga Kualitas Puasa Kita

...

Read moreDetails

KAJIAN RAMADHAN: Mengapa Allah Menciptakan Syahwat dan Nafsu pada Manusia?

Foto: Istimewa

KAJIAN RAMADHAN: 3 Problematika Hidup yang Perlu Disikapi dengan Bijak

KAJIAN RAMADHAN: Bagaimana Akhlak Sesama Makhluk Allah

wasiat rasulullah

KAJIAN RAMADHAN: Amalan-amalan yang Diwariskan ke Abu Hurairah

Shalat idul Adha

KAJIAN RAMADHAN: Jadikan Bulan Suci Ini Madrasah Keluarga

Next Post

Reformasi Agraria: Aksi PKI Mendukung Petani Merebut Tanah dari Tuan Berhaluan NU

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.