• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN RAMADHAN: Mengapa Allah Menciptakan Syahwat dan Nafsu pada Manusia?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 Mei 2021
222
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ciptaan Allah itu tak ada yang sia-sia. Termasuk hawa nafsu yang dibekali kepada diri kita.

Allah membekali manusia dengan syahwat dan nafsu, yang membuatnya berbeda dengan malaikat. 

Nafsu dan syahwat memang kerap merecoki seorang hamba dari jalan kebaikan, lantas mengapa nafsu dan syahwat justru diciptakan? 

Menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam menjelaskan, jika saja tidak ada syahwat dan nafsu, maka perjalanan para salik menuju Allah tidak akan pernah ada. 

Sebab Allah lebih dekat kepada seseorang daripada dirinya sendiri. 

“Jika saja bukan karena adanya wilayah-wilayah nafsu, maka tentu takkan ada perjalanan orang-orang yang menuju Allah. Sebab tak ada lagi jarak antara dirimu dengan diri-Nya yang mesti engkau tempuh. Tak ada pula penghalang yang acap kali melenyapkan harapanmu agar sampai pada-Nya,” ujarnya.

Jika manusia tidak memiliki nafsu dan syahwat, maka permusuhan antara manusia dengan Allah yang harus diselesaikan tidak ada. 

Permusuhan tidak terjadi, kecuali pada 2 hal yang saling berlawanan.

Sedangkan di sini, manusia membutuhkan cinta dan hubungan dengan-Nya. Memangnya siapa manusia hingga berani memusuhi Allah? 

Di saat itulah, kata Ibnu Athaillah, syahwat manusia hilang sehingga ia tidak perlu lagi menempuh perjalanan panjang menuju Allah. 

Karena perjalanan ke sana bermakna memutus halangan dan rintangan jiwa, menghapus pengaruhnya, serta menyingkirkan watak dan kebiasaan buruknya agar ia bersih dari semua. (bpc2)

Sumber: Republika.co.id
Tags: Allahislamkajian ramadhanmanusianafsusyahwat
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pendidikan Berkarakter Terancam Hilangnya Nomenklatur Madrasah
Edukasi

Pendidikan Berkarakter Terancam Hilangnya Nomenklatur Madrasah

...

Read moreDetails
Hari Falsafah Sedunia dalam Cermin Al-Qur’an: Jalan Keselamatan Global

Hari Falsafah Sedunia dalam Cermin Al-Qur’an: Jalan Keselamatan Global

Hukum Permainan Catur dalam Islam

dana zakat

Kementerian Agama Dorong Alokasi Dana Zakat untuk Pengelolaan Lahan Wakaf

masjid an nur mirip taj mahal

Peran dan Fungsi Masjid Menurut Sejarah Islam, Mana yang Sudah Bergeser

komunitas pejuang subuh, apa itu rukun islam

Dorong Ormas Perkuat Literasi Keagamaan, Penting Sediakan Naskah Khutbah Berkualitas

Next Post

Melintas Siap Hujan, Sebuah Truk Tertimpa Pohon Durian di Kuansing

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.