Lagi, Karhutla di Papua Kembali Diduga Dilakukan Oleh Perusahaan Asal Korsel 

Jumat, 13 November 2020 11:25
Lagi, Karhutla di Papua Kembali Diduga Dilakukan Oleh Perusahaan Asal Korsel 
Kepulan asap akibat Karhutla. (Foto: Ilustrasi, Net)

BERTUAHPOS.COM — Kebakaran Hutan dan Lahan, Karhutla di Papua kembali menyeret nama perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang diduga di balik kasus itu. Ini berdasarkan hasil investigasi visual yang dirilis, lalu diberitakan oleh BBC Indonesia, pada 12 November 2020.

Hasil investigasi visual itu mengarah kepada perusahaan raksasa dari Korea Selatan, yang dianggap secara sengaja ‘main’ api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan perkebunan kelapa sawit.

Advertisement

Menurut Korea Expose, perusahaan sawit tersebut adalah anak perusahaan dari Chaebol — bisnis keluarga konglomerat turun-temurun — Korea Selatan termasuk POSCO dan Samsung serta konglomerat Indonesia milik Korea Selatan, Korindo Group.

Ini bukan kali pertama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini untuk memperluas perkebunan kelapa sawit mereka dengan cara membakar lahan, sehingga menyebabkan dampak luas dari Karhutla di Papua. 

Baca: Sejumlah Layanan Google Diblokir, Ada Apa dengan Rusia?

BACA JUGA:  Upaya Berikut Ini Dianggap Sangat Mendesak Setelah Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Sebelumnya, pada tahun 2016, investigasi menunjukkan adanya penggunaan api yang sistematis dan meluas yang dilakukan pihak Korindo Group yang berbasis di Jakarta. Tindakan itu mengakibatkan kabut asap bertambah, mencekik sebagian besar Asia Tenggara selama musim kemarau tahunan berdasarkan laporan kelompok aktivis lingkungan kepada Reuters.

Media itu memberitakan bahwa saat itu, Korindo telah membabat lebih dari 50.000 hektar hutan dataran rendah tropis untuk perkebunan kelapa sawit di provinsi terpencil di Papua dan Maluku. Setidaknya, seluas 75.000 hektar di Papua saat itu berada dalam ‘risiko langsung’ untuk dibuka lahannya.

“Saya belum pernah melihat bukti yang begitu kuat untuk membuktikan bahwa sebuah perusahaan sengaja membakar,” kata konsultan senior AidEnvironment Indonesia, Erik Wakker kepada Reuters dalam wawancara telepon, seperti dikutip Kompas.com, Jumat, 13 November 2020, 

Sementara menanggapi itu, salah satu pelanggan utama Korindo, Wilmar International Ltd., mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan itu telah berhenti membeli kelapa sawit dari Korindo karena melanggar kebijakan. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 13 Juni 2021 19:50

Tak Masuk Surga Orang Sombong

Islampedia

Minggu, 13 Juni 2021 17:23

BPBD Riau Siagakan 6 Helikopter Siaga Karhutla

Karhutla

Minggu, 13 Juni 2021 16:35

DBU: Kondisi Eriksen Stabil

Eriksen

Minggu, 13 Juni 2021 15:57

Polri Kirimkan Tim Forensik, Outopsi Jenazah Wabup Sangihe

Wabup Sangihe

Minggu, 13 Juni 2021 15:23

Ingin Mesin Awet? Jangan Semprot Mesin Saat Ganti Oli

Oli Motor

Minggu, 13 Juni 2021 14:55

Tentara Israel Tangkap Tiga Remaja Palestina

Palestina

Minggu, 13 Juni 2021 14:35

Prabowo Angkat Bicara Mengenai Utang Pertahanan Rp1,700 Triliun

Rp1,700 Triliun

Minggu, 13 Juni 2021 14:20

JCH Akan Hilang Nomor Antrean Haji Jika Sudah Tarik Uang

Haji Indonesia