• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Covid-19 India Semakin Buruk dengan Krisis Oksigen Tenaga Medis

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Mei 2021
Pasien positif COVID-19

Petugas medis sedang membawa Pasien Positif COVID-19 ke ruang perawatan - Foto: Net.

108
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — India menjadi sorotan dunia setelah angka kasus positif menanjak tajam di negeri Mahatma Gandhi itu. Situasinya semakin diperburuk dengan krisis oksigen yang dialami oleh para tenaga medis.

Kasus Covid-19 India saat ini masih mengalami lonjakan tajam. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, tercatat 386.452 kasus baru, dan hampir 3.500 kematian sehari, seperti dilaporkan India Today.

Rumah sakit di kota besar seperti New Delhi dan Mumbai kehabisan oksigen untuk pasien mereka yang terpapar virus mematikan itu. Banyak keluarga berebut oksigen di tengah stok yang kian terbatas, dan hingga kini belum tersedia.

Reuters melaporkan krisis oksigen medis mungkin akan mereda pada pertengahan Mei karena peningkatan produksi hingga 25% dan perbaikan infrastruktur.

Sejak terjadinya lonjakan kasus Covid-19, konsumsi oksigen medis di India ikut bertambah hingga delapan kali lipat dari biasanya. Sekitar 7.200 ton oksigen diperlukan setiap harinya untuk menangani pasien Covid-19.

Produsen oksigen di negara tersebut, Linde India dan Praxair India mengatakan sedang meningkatkan produksi oksigen hingga 9.000 ton per hari. Namun oksigen tersebut mungkin baru bisa diproduksi pada pertengahan Mei.

Pemerintah pusat juga telah berjanji akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri agar distribusi oksigen tetap berjalan. Namun stok di rumah sakit masih menipis.

Kondisi tersebut diklaim terjadi karena persediaan oksigen yang terbatas hingga jumlah distribusinya dikurangi pada beberapa daerah, seperti New Delhi.

“Tidak ada pasokan yang akan dikirim ke Delhi. Pasokan oksigen cair pertama-tama disalurkan ke rumah sakit pemerintah dan rumah sakit perusahaan besar,” kata Administrator Rumah Sakit di Pusat Medis East Delhi, Ajay Bedi. (bpc2)

Tags: Covid-19indialonjakan kasusOksigenrumah sakit
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Proyek Pembangunan Rumah Sakit UPT Kemenkes Riau sudah 90 Persen

Proyek Pembangunan Rumah Sakit UPT Kemenkes Riau sudah 90 Persen

Tata Kelola Rumah Sakit Diperkuat, Dinkes Riau Soroti Regulasi Baru

Tata Kelola Rumah Sakit Diperkuat, Dinkes Riau Soroti Regulasi Baru

BOR Tembus 91,54 Persen, Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap RSUD Arifin Achmad Cenderung Membaik

RSUD Arifin Achmad Ditunjuk Kemenkes Jadi Pengampu Layanan Jantung se-Riau, Gantikan RSUP M Djamil Padang

BOR Tembus 91,54 Persen, Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap RSUD Arifin Achmad Cenderung Membaik

BOR Tembus 91,54 Persen, Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap RSUD Arifin Achmad Cenderung Membaik

Disnakertrans Riau Bidik Kepatuhan BPJS dan Kontrak Kerja di Kasus RS Santa Maria

Disnakertrans Riau Bidik Kepatuhan BPJS dan Kontrak Kerja di Kasus RS Santa Maria

Next Post
Setiap Anak Harus Punya Mimpi Masa Depan

Ajeng (16), siswa sebuah sekolah di Pondok Aren, Tangerang,  ditemani adiknya saat mengikuti pembelajaran secara virtual di rumahnya yang sederhana di Kampung Jelupang, Pondok Jagung, Tangerang, Kamis (23/7/2020). Internet di kawasan ini masih tergolong sulit karena fiber optik  belum mampu menembus lokasi di perkampungan ini. Siswi kelas 10 ini menyiasati dengan mobile modem, itu pun tidak maksimal sinyalnya. Di Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli dan masih dalam suasana pandemi Covid-19, kelangsungan program pendidikan menjadi hal utama untuk mewujudkan generasi yang cerdas. Presiden dalam pesannya mengatakan, setiap anak harus punya mimpi masa depan. FOTO: Investor Daily/GAGARIN

Untuk Kesekian Kalinya Riau Kembali Hentikan Sekolah Tatap Muka

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.