Covid-19 India Semakin Buruk dengan Krisis Oksigen Tenaga Medis

Sabtu, 01 Mei 2021 11:48
Covid-19 India Semakin Buruk dengan Krisis Oksigen Tenaga Medis
Petugas medis sedang membawa Pasien Positif COVID-19 ke ruang perawatan – Foto: Net.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU India menjadi sorotan dunia setelah angka kasus positif menanjak tajam di negeri Mahatma Gandhi itu. Situasinya semakin diperburuk dengan krisis oksigen yang dialami oleh para tenaga medis.

Kasus Covid-19 India saat ini masih mengalami lonjakan tajam. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, tercatat 386.452 kasus baru, dan hampir 3.500 kematian sehari, seperti dilaporkan India Today.

Advertisement

Rumah sakit di kota besar seperti New Delhi dan Mumbai kehabisan oksigen untuk pasien mereka yang terpapar virus mematikan itu. Banyak keluarga berebut oksigen di tengah stok yang kian terbatas, dan hingga kini belum tersedia.

Reuters melaporkan krisis oksigen medis mungkin akan mereda pada pertengahan Mei karena peningkatan produksi hingga 25% dan perbaikan infrastruktur.

Baca: Otoritas Prancis Rilis Nama Pelaku Serangan Teror Museum Louvre

BACA JUGA:  Kadiskes Riau: Berkumpul dan Makan Bersama Bisa Jadi Penyebab Penyebaran Corona

Sejak terjadinya lonjakan kasus Covid-19, konsumsi oksigen medis di India ikut bertambah hingga delapan kali lipat dari biasanya. Sekitar 7.200 ton oksigen diperlukan setiap harinya untuk menangani pasien Covid-19.

Produsen oksigen di negara tersebut, Linde India dan Praxair India mengatakan sedang meningkatkan produksi oksigen hingga 9.000 ton per hari. Namun oksigen tersebut mungkin baru bisa diproduksi pada pertengahan Mei.

Pemerintah pusat juga telah berjanji akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri agar distribusi oksigen tetap berjalan. Namun stok di rumah sakit masih menipis.

Kondisi tersebut diklaim terjadi karena persediaan oksigen yang terbatas hingga jumlah distribusinya dikurangi pada beberapa daerah, seperti New Delhi.

“Tidak ada pasokan yang akan dikirim ke Delhi. Pasokan oksigen cair pertama-tama disalurkan ke rumah sakit pemerintah dan rumah sakit perusahaan besar,” kata Administrator Rumah Sakit di Pusat Medis East Delhi, Ajay Bedi. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 08 Mei 2021 14:40

Pembatasan SKB 3 Menteri Soal Jilbab, PAN Beri Dukungan Pada Sumbar

SKB 3 Menteri Dibatalkan

Sabtu, 08 Mei 2021 14:15

Pemprov Riau Disebut Belum Serius Tangani Covid-19

Covid-19, Riau, Anggaran, FITRA

Sabtu, 08 Mei 2021 13:39

Jepang Perpanjang Situasi Darurat

Jepang, Tokyo, Covid-19

Sabtu, 08 Mei 2021 13:05

PKS Desak Jokowi Galang Dukungan dan Kecam Israel

Palestina

Sabtu, 08 Mei 2021 13:03

Siap-siap Mi Pad 5 Segera Meluncur, Intip Dulu Spesifikasinya ya…

Mi Pad 5, Teknologi, Xiomi

Sabtu, 08 Mei 2021 11:48

Poros Partai Islam Akan Membelah Politik Identitas di Pilpres 2024

Partai Islam, Pilpres 2024