Untuk Kesekian Kalinya Riau Kembali Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 01 Mei 2021 12:03
Untuk Kesekian Kalinya Riau Kembali Hentikan Sekolah Tatap Muka
Setiap Anak Harus Punya Mimpi Masa Depan Ajeng (16), siswa sebuah sekolah di Pondok Aren, Tangerang, ditemani adiknya saat mengikuti pembelajaran secara virtual di rumahnya yang sederhana di Kampung Jelupang, Pondok Jagung, Tangerang, Kamis (23/7/2020). Internet di kawasan ini masih tergolong sulit karena fiber optik belum mampu menembus lokasi di perkampungan ini. Siswi kelas 10 ini menyiasati dengan mobile modem, itu pun tidak maksimal sinyalnya. Di Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli dan masih dalam suasana pandemi Covid-19, kelangsungan program pendidikan menjadi hal utama untuk mewujudkan generasi yang cerdas. Presiden dalam pesannya mengatakan, setiap anak harus punya mimpi masa depan. FOTO: Investor Daily/GAGARIN

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau untuk kesekian kalinya hentikan aktivitas sekolah tatap muka, akibat penyebaran Covid-19 belakangan ini tengah menggila.

Instruksi menghentikan sekolah tatap muka sudah dikeluarkan Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi. Sekolah tingkat SMA/SMK sederajat harus menutup ruang kelas dan kembali melakukan aktivitas belajar mengajar secara virtual.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Zul Ikram mengungkapkan, peniadaan sekolah tatap muka mulai berlaku pada 3 Mei 2021. Pemerintah belum bisa mengambil keputusan sampai bisa ruang kelas akan dibuka kembali.

“[Penghentian sekolah tatap muka] dimulai pada 3 Mei nanti, sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” katanya.

Baca: SEBELUM SAMPAH JADI MUSIBAH

BACA JUGA:  Lakukan Aksi 'Standing' Pakai Celana Dalam, Remaja di Pekanbaru Minta Maaf

Dia menambahkan, keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dinas Pendidikan mendapatkan arahan dari Gubernur Riau Syamsuar. Mengungingat angka kasus positif Covid-19 di Riau semakin naik, dan provinsi ini berada pada urutan ketiga tingginya penyebaran kasus secara nasional. Riau sudah zona merah.

Dijelaskan, sejauh ini aktivitas belajar tatap muka terbatas di ruang kelas berlangsung lancar. Pun tak ada ditemukan klaster sekolah dalam penyebaran Covid-19 sejauh ini. Dengan demikian dia menyimpulkan bahwa penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah tergolong baik.

Namun melihat kondisi COVID-19 yang semakin meningkat, dan untuk mencegah agar tidak menyebar di lingkungan pelajar, lebih baik dilakukan lebih awal. (bpc2)