China Bantah Tuduhan AS Soal Tutupi Data Corona

Senin, 15 Februari 2021 12:55
China Bantah Tuduhan AS Soal Tutupi Data Corona
Erste Asset Management

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah China membantah segala tudingan Amerika Serikat, terutama terkait tudingan bahwa negeri Tirai Bambu itu telah menutupi data terkait virus corona kepada WHO

Pihak Kedutaan Besar China di Washington D.C., apa yang dilakukan AS sama saja telah merusak kerja sama kedua negara ini dalam menghadapi wabah tersebut dan malah menuduh negara lain yang mendukung WHO serta lembaga itu.

Advertisement

Associated Press melaporkan, bahwa China mengatakan Amerika Serikat harus berpegang teguh pada standar tertinggi, mengambil sikap yang serius, sungguh-sungguh, transparan dan bertanggung jawab, memikul tanggung jawab yang semestinya, mendukung pekerjaan WHO dengan tindakan nyata, dan memberikan kontribusi yang semestinya pada kerja sama internasional terkait COVID-19.

Anggota tim investigasi virus corona WHO, Peter Daszak, menyatakan pemerintah China sangat terbuka dalam memberikan akses terhadap data virus corona.

Baca: Palestina Tolak Berunding Kembali dengan Israel

BACA JUGA:  Baju Khas Corona Tampil dalam Ajang Pertunjukan Mode di China

“Sebagai pimpinan kelompok tim yang meneliti hewan dan lingkungan, saya melihat pemerintah China sangat terbuka dan bisa dipercaya. Kami mendapat akses terhadap sejumlah data penting yang baru,” cuit Daszak melalui Twitter.

Kemudian, seorang anggota tim WHO asal Denmark, Thea Koelsen Fischer, menyatakan pernyataan yang mereka sampaikan ditafsirkan keliru oleh media massa.

“Kami melakukan kerja sama yang baik dengan China dan tim epidemi internasional. Bahkan kami juga berdebat panas di dalam ruangan ketika menelaah data. Nampaknya pernyataan kami sengaja dipelintir sehingga menimbulkan keraguan atas kerja ilmiah kami,” cuit Koelsen melalui Twitter.

Meski begitu, Koelsen Fischer mengakui bahwa mereka tidak bisa mengakses data mentah dan hanya disodorkan data hasil analisis dari para peneliti China. Namun, menurut dia hal itu lazim dilakukan di negara lain. Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mempertanyakan hasil penyelidikan asal-usul yang dilakukan tim WHO di Wuhan, China.

Dia menyoroti hasil kesimpulan awal penyelidikan WHO ke China yang gagal menjelaskan hewan perantara penyebaran Covid-19. Kunjungan WHO ke Wuhan dilakukan untuk mengetahui asal-usul virus corona di China.

Seorang ahli WHO, Peter Ben Embarek, menyatakan frustrasi atas kurangnya akses ke data mentah selama misi baru-baru ini ke China, mengatakan lebih banyak diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan kasus Covid awal.

(bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 Februari 2021 20:35

Sindiran Movic untuk Pemain Muda

Menurut Zlatan Ibrahimovic pemain muda lebih cepat terkenal dari pada masa dia muda dulu.

Sabtu, 27 Februari 2021 19:30

Situasi di Myanmar Semakin Memburuk, Jurnalis Ditangkap, Warga Ditembak

Situasi di Myanmar semakin memburuk.

Sabtu, 27 Februari 2021 18:32

Maucash dan Restock Targetkan Penyaluran Rp500 Miliar untuk UMKM

pinjaman produktif untuk membantu perkembangan UMKM di Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 16:30

5 Fitur Baru Telegram Versi 7.5

Dalam update terbarunya versi 7.5, Telegram menambahkan beberapa fitur baru.

Sabtu, 27 Februari 2021 15:36

Pemain Belakang Barca Dituding Pakai Identitas Kewarganegaraan Palsu

Byron Castillo, dicurigai pakai kewarganegaraan palsu.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:31

Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’

Inggris dan sekutu utamanya harus bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi pada bin Salman.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:01

Cantik-Cantik Ditangkap Polisi, Remaja Ini Diciduk Saat Edarkan Ekstasi

Dua remaja putri dengan inisial AY (15) dan IG (17), salah satunya masih berstatus pelajar

Sabtu, 27 Februari 2021 13:37

Minuman Segar dengan Nama Unik dari Riau, Laksamana Mengamuk

Berbahan dasar buah mangga kuini, santan, serta gula, minuman es Laksamana Mengamuk sangat memanjakan dahaga

Sabtu, 27 Februari 2021 12:51

Ini Jenis ATM BNI yang Akan Diblokir Per Mei 2021

Penggantian kartu debit berbasis strip magnetik menjadi cip sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 12:30

Dipecat dari Demokrat, Darmizal: Inilah Wajah SBY Sebenarnya, Anti Kritik, Tak Demokratis

Darmizal dipecat bersama dengan lima politisi senior Demokrat lainnya.