• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 13 Februari: Dibantai dan Dijadikan Budak, Australia Akhirnya Minta Maaf Kepada Suku Aborigin

Romi J. by Romi J.
13 Februari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – 13 Februari 2008, Pemerintah Australia akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Aborigin.

Sejak abad 19, kaum kulit putih datang ke Australia dan menganggap derajatnya lebih tinggi dari suku asli Australia, Aborigin. Mereka melakukan pembantaian kepada suku Aborigin dan menganggap Aborigin tak pantas hidup.

Kemudian, sejak tahun 1869 sampai 1969, para kulit putih Australia ini memisahkan anak-anak Aborigin dan menempatkan anak-anak ini dibawah pengawasan pemerintah. Dalam sebuah laporan, disebutkan jumlah anak Aborigin yang dipaksa berpisah dengan keluarganya ada 100.000 anak.

Nasib anak-anak Aborigin ini juga mengenaskan. Mereka tak hanya dipisahkan dari orangtuanya, namun juga mengalami penganiayaan, kekerasan fisik, hingga pemerkosaan.

Salah satu penelitian dari Human Rights dan Equal Opportunity Commission juga menuliskan bahwa anak-anak Aborigin mengalami kekerasan dan penyiksaan selama dibawah orang-orang kulit putih. Anak-anak Aborigin ini kemudian disebut generasi yang tercuri (stolen generations).

Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd pada 13 Februari 2008 akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aborigin. Dia mengatakan bahwa permintaan maaf ini sebagai usaha menghilangkan noda besar dari jiwa Australia. (bpc2)

Tags: AboriginAustraliaBudakMinta Maaf
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Hubungan Australia–Israel Memanas, Canberra Batalkan Visa Politisi Sayap Kanan Simcha Rothman
Berita Pilihan

Hubungan Australia–Israel Memanas, Canberra Batalkan Visa Politisi Sayap Kanan Simcha Rothman

...

Read moreDetails
wabah flu burung di australia

Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

Vape

Australia Curiga Vape Mengandung Racun Polonium yang Bunuh Mantan Agen Mata-Mata Alexander Litvinenko

Kutang

Asal Usul Nama Kutang di Indonesia

Ingin Kembali Hidup Normal, Pemimpin Australia Sebut Isolasi Pasien Covid-19 Cuma ‘Bisnis Bagi Staf yang Kelaparan’

kapal perang australia

Tengah Jalankan Misi Serius, Kapal Perang Terbesar Milik Australia Tiba-tiba Lumpuh, Kok Bisa Ya?

Next Post

Seorang Pasien Penderita Coronan Nekat Kabur Melompat Jendela

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.