• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Australia Curiga Vape Mengandung Racun Polonium yang Bunuh Mantan Agen Mata-Mata Alexander Litvinenko

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 Juli 2023
Vape

Hisap vape dapam mobil berbahaya

128
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sejumlah ilmuwan di Australia sedang meneliti kandungan radioaktif polonium-210 yang terdapat pada vape.

Tahun 2006, kandungan ini menjadi racun yang dipakai Rusia untuk membunuh seorang mantan perwira agen mata-mata KGB Alexander Litvinenko.

Pengujian ini merupakan lanjutan dari penemuan sebelumnya, yang menunjukkan ada zat di dalam vape yang bisa memicu kanker.

Para ilmuwan dari Health’s Forensic and Scientific Services di Queensland, menggunakan peralatan khusus untuk menguji kandungan polonium-210 pada vape.

“Radioisotop yang secara alami biasanya ditemukan dalam tembakau rokok kini dicurigai ada di vape,” menurut laporan yang diterbitkan ABC News.

Seorang ahli kimia radiasi, Sarah Mullins mengatakan, “Untuk memberikan beberapa konteks, merokok dengan kadar dua bungkus rokok memiliki paparan radiasi yang hampir sama dengan satu rontgen dada. Kami ingin mengetahui apakah ada peran polonium yang mungkin saja ada dalam vape.”

Dia menjelaskan bahwa polonium-210 merupakan zat kimia yang dapat membuat kesehatan seseorang bermasalah. Secara inhalasi, zat ini menjadi penyebab kanker paru-paru.

Mereka menyebut hal ini sebagai spionase (mata-mata) dan sebelumnya, Rusia telah menggunakannya sebagai racun pembunuh.

Alexander Litvinenko, saat itu usianya 43 tahun, diracuni di sebuah hotel di London setelah meminum teh hijau yang mengandung polonium-210 dosis tinggi.***

Tags: AustraliaVape
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Respon MUI soal Usul BNN Larang Vape
Berita Pilihan

Ini Respon MUI soal Usul BNN Larang Vape

...

Read moreDetails
Hubungan Australia–Israel Memanas, Canberra Batalkan Visa Politisi Sayap Kanan Simcha Rothman

Hubungan Australia–Israel Memanas, Canberra Batalkan Visa Politisi Sayap Kanan Simcha Rothman

wabah flu burung di australia

Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

Ingin Kembali Hidup Normal, Pemimpin Australia Sebut Isolasi Pasien Covid-19 Cuma ‘Bisnis Bagi Staf yang Kelaparan’

kapal perang australia

Tengah Jalankan Misi Serius, Kapal Perang Terbesar Milik Australia Tiba-tiba Lumpuh, Kok Bisa Ya?

skandal pemerkosaan

Tembus 1 Juta Kasus, Australia Dihantam Covid-19 Omicron dalam Sepekan Terkahir

Next Post
ASN Pemprov Riau, penerimaan PPPK

Kabar Baik, PPPK Bakal Dapat Kenaikan Gaji dan Uang Pensiun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.