4 Pejabat China Disanksi Atas Pelanggaran HAM Uighur

Selasa, 23 Maret 2021 09:16
4 Pejabat China Disanksi Atas Pelanggaran HAM Uighur
Seorang warga bersepeda di sepanjang gang tradisional China (Foto: REUTERS, Jason Lee)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Empat pejabat China dijatuhi sanksi atas pelanggaran HAM terhadap kelompok minoritas Uighur. Para menteri luar negeri Uni Eropa, pada Senin, 22 Maret 2020 menyepakati untuk menjatuhkan sanksi tersebut.

Adapun sanksi dijatuhkan yakni membatasi empat invidu China itu dan satu perusahaan karena telah melakukan pelanggaran. Mereka juga telah penahanan dengan sewenang-wenang dalam skala besar terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Advertisement

Berdasarkan keputusan itu keempat pejabat tinggi partai China — Hailun Zhu, Junzheng Wang, Mingshan Wang dan Mingguo Chen — tak diperkenankan masuk wilayah Uni Eropa.

Sedangkan aset mereka di blok tersebut dibekukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM serius di China — khususnya penahanan sewenang-wenang dalam skala besar dan penindasan terhadap orang, masyarakat dan etnis minoritas Muslim lainnya, serta pelanggaran sistematis terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan.

BACA JUGA:  Menlu Inggris: Ada Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur

Baca: Josh Brolin, Sosok Dibalik Thanos dan Cable “Deadpool”

Hailun Zhu, sebagai mantan sekretaris Komite Urusan Politik dan Hukum Xinjiang, adalah otak dari program pengawasan, penahanan, dan indoktrinasi skala besar yang menargetkan Uyghur dan orang-orang dari etnis minoritas Muslim lainnya.

Junzheng Wangs, sebagai sekretaris partai dan komisaris politik mengawasi penggunaan sistemik Uyghur dan orang-orang dari etnis minoritas Muslim lainnya sebagai tenaga kerja paksa, khususnya di ladang kapas.

Sementara Mingshan Wang dan Mingguo Chen — sebagai mantan direktur dan wakil sekretaris partai dan direktur Biro Keamanan Umum Xinjiang — mereka telah memperkenalkan program data besar yang digunakan untuk melacak jutaan orang Uighur di wilayah Xinjiang dan menandai mereka yang dianggap berpotensi mengancam agar dikirim ke kamp-kamp penahanan.

Berita Terkini

Kamis, 22 April 2021 20:24

AP II Pastikan Belum Ada Lonjakan Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru

Posko gabungan akan dibentuk untuk pantau lonjakan penumpang di SSK II.

Kamis, 22 April 2021 20:00

Bea Cukai Riau Harap Video Penyerangan Mempermudah Polisi Tangkap Pelaku

DJBC harap pelaku penyerangan ditangkap.

Kamis, 22 April 2021 19:45

Ini Daerah yang Diberi Izin Mudik Lokal Oleh Kemenhub, Riau Nggak Ada

Kontroversi Mudik Lokal

Kamis, 22 April 2021 16:16

Pemprov Riau Perlu Simak Penjelasan Sri Mulyani: APBD Jangan Disimpan di Bank Saja!

Pusat desak daerah agar gesa realisasi anggaran

Kamis, 22 April 2021 15:46

Yang Minat, Pendaftaran 3 Calon Direksi BRK Sudah Dibuka

Proses Pengisian Kekosongan Jabatan BRK di Gesa

Kamis, 22 April 2021 15:01

Jadwal Berbuka Puasa Hari Ke-10 untuk Wilayah Pekanbaru Versi Muhammadiyah

Berbuka puasa Pekanbaru

Kamis, 22 April 2021 14:29

Kata Satgas, Pengetatan Mudik Dilakukan Mulai Hari Ini

Arus Mudik Lebaran

Kamis, 22 April 2021 13:58

Kapolsek Hulu Kuantan Berbagi di Bulan Berkah

Agenda Ramadhan

Kamis, 22 April 2021 13:33

Kemdikbud: Kamus Sejarah Indonesia Jilid I Disusun Sebelum Menteri Nadiem

Kamus Sejarah Indonesia