2 Kapal Ikan Asing Berbendera Malaysia Diamankan KKP di Perairan Selat Malaka

Rabu, 27 Januari 2021 14:04
2 Kapal Ikan Asing Berbendera Malaysia Diamankan KKP di Perairan Selat Malaka

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU Dua kapal nelayan asing berbendera Malaysia diamankan petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kapal ini kedapatan melakukan aktivitas pencarian ikan secara ilegal di kawasan perairan nasional di Selat Malaka.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP-KKP) menyatakan sebelum tertangkap, salah satu kapal berbendera Malaysia itu bahkan terlibat kejar-kejaran menegangkan dengan tim KKP.

Advertisement

Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Antam Novambar menyatakan, jajarannya akan terus tegas dan menjadi garda terdepan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Tidak ada kata kendor untuk memberantas pelaku illegal fishing.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri, kami akan terus tegas dan menjadi garda terdepan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Tidak ada kata kendor untuk memberantas pelaku illegal fishing,” sebut Antam, melalui keterangan persnya, pada Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA:  Malaysia Patok Biaya untuk Karantina WNA Hingga Rp16 Juta

Baca: Dahsyat!!! Suami Menjadi Tahanan, Wanita Palestina Bangga dan Tetap Setia

Antam menuturkan bahwa 2 kapal berbendera Malaysia ditangkap dalam pelaksanaan operasi di Selat Malaka. Pertama, KM JHF 4631 B yang mengoperasikan alat tangkap bubu dan berhasil dilumpuhkan oleh kapal pengawas perikanan HIU 03, yang dinakhodai oleh Ardiansyah Pamuji pada Kamis (21/1), pada posisi koordinat 01?55,198′ LU – 102?09,962′ BT.

Adapun kapal kedua, KM. SLFA 4107 yang mengoperasikan alat tangkap trawl ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 01 yang dinakhodai Albert Essing pada posisi 02?59,184′ LU – 100?50,609’BT pada Minggu (24/1).

“Penangkapan ini bukti bahwa kami tidak lengah apapun kondisinya. Mereka juga tidak selalu mudah untuk ditangkap, bahkan kami harus kejar,” Antam menegaskan.

Lebih lanjut Antam menyampaikan, bahwa bersama dua kapal tersebut, ada 7 orang awak kapal masing-masing 3 orang warga negara Malaysia dan 4 orang warga negara Myanmar. Kedua kapal tersebut di ad hoc di dua lokasi yaitu Pangkalan PSDKP Batam dan Stasiun PSDKP Belawan.

BACA JUGA:  Catatan Sejarah 20 Desember: Lahirnya Mahathir Mohammad, PM Tertua di Dunia

Selain kedua kapal ikan asing ilegal tersebut, Antam juga mengkonfirmasi bahwa, jajaran KKP juga berhasil melakukan penangkapan 1 kapal berbendera Indonesia KM BAROENA, oleh kapal pengawas perikanan HIU 12 yang dinakhodai oleh Novry Sangian pada Sabtu (23/1), di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571 Selat Malaka.

Kapal tersebut diketahui mengoperasikan alat tangkap trawl tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan yang dipersyaratkan. Saat ini, Nakhoda dan awak kapal perikanan tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Pangkalan PSDKP Lampulo.

“Semua kapal tersebut akan Kami proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku”, tegas Antam.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa jajarannya diminta tetap waspada meskipun saat ini kondisi cuaca di laut sedang kurang bagus. Berdasarkan pengalaman yang ada sebelumnya, kondisi seperti ini justru sering dimanfaatkan oleh para pencuri ikan. Oleh sebab itu, dia telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kapal dan awak kapal.

BACA JUGA:  Ini Alasan Malaysia Gratiskan Vaksin untuk Warga Asing

“Penangkapan ini menjadi salah satu bukti bahwa pelaku illegal fishing berusaha memanfaatkan celah karena mengira tidak ada patroli di tengah kondisi laut seperti ini,” ungkap Pung.

Penangkapan para pelaku illegal fishing tersebut tentu menggambarkan komitmen dan keseriusan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal yang menjadi salah satu prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini, Sakti Wahyu Trenggono.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Trenggono mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang maritim untuk bersinergi dalam menjaga sumber daya laut dari praktik-praktik illegal fishing yang masih terjadi di laut Indonesia. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 05:12

Tak Terhentikan, City Bantai Wolves 4-1

pekan ke 29 yang mempertemukan mereka dengan Wolves, City menang 4-1

Rabu, 03 Maret 2021 05:00

Catatan Sejarah 3 Februari: Sultan Muhammad Al-Fatih II Naik Tahta

Dikenal sepanjang masa sebagai seorang penakluk kerajaan yang begitu hebat

Selasa, 02 Maret 2021 22:32

Miliki Potensi Besar, Budidaya Ikan Tapah di Desa Kuala Terusan Mulai Digalakkan

Peluang dalam membudidayakan keramba ikan air tawar di Pelalawa.

Selasa, 02 Maret 2021 20:30

Ini Alasan Mengapa Ma’ruf Amin ‘Tutup Mulut’ Soal Investasi Miras

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sengaja ‘tutup mulut’ perihal Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Selasa, 02 Maret 2021 19:32

Bawaslu Kuansing Sampaikan Piagam Penghargaan ke Kejari

Piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 lalu.

Selasa, 02 Maret 2021 18:32

Seluruh Pejabat di Riau Diminta Hadir, Besok Ada Monev dengan KPK

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal tata kelola pemerintahan.

Selasa, 02 Maret 2021 18:10

Bukan Harimau, Ini Penjelasan BKSDA Soal ‘Hewan Misterius’ yang Serang Nenek di Pelalawan

Kesimpulan BKADA, bukan hewan yang menyerang nenek itu.

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”