Yudi Cinta Mati dengan Dunia Perhotelan

Senin, 29 Desember 2014 15:59

Yudi Ramadani, GM Zuri Express Pekanbaru

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Menjadi seorang General Manager (GM) sebuah hotel merupakan cita-cita dari Yudi Ramadani. Karena itulah selama tujuh tahun, ia melawan rasa jenuh dengan mendedikasikan hidup untuk bekerja di bidang perhotelan. Sampai akhirnya ia pun cinta mati dengan perhotelan dan terus menikmati bidang ini.

Impiannya pun kini di genggaman tangan. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang ini pun telah berada di posisi General Manager Zuri Express Pekanbaru.

Salah satu yang membuatnya senang dengan dunia perhotelan adalah memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang yang menyenangkan. Impiannya itu juga didasari khayalan masa SMA yang membayangkan bahwa kerja di gedung megah dan mewah pasti sangat menyenangkan.

Baca: Catatan Sejarah 9 Desember: Pembantaian Rawagede

Kepada bertuahpos.com, akhir pekan lalu ia berbagi kisah. Perjalanannya dimulai saat masih duduk di bangku kuliah dan terhimpit faktor ekonomi. Yudi harus mencari pekerjaan tambahan dan bekerja sebagai kasir Launch dan Pub Rocky Plaza Hotel Padang.

“Saya bekerja satu tahun, lalu ada teman kost yang nawarin kuliah murah di  Universitas Andalas (Unand) Padang. Ada paket murah, coba deh kata teman saya. Saya pun tertarik dan Alhamdulillah, dipermudah dan akhirnya dapat melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Unand dengan biaya sendiri,” kenangnya.

Meski hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat Diploma III (D3), namun pengalaman dan jabatannya saat ini tak bisa dipandang remeh. Saat ditemui di tempat kerjanya, di Jalan Gatot Subroto, Pekanbaru Riau, sosok Yudi tampak santai namun tetap berwibawa.

“Saya punya pengalaman kerja selama tiga tahun di Rocky Hotel. Tamat kuliah tahun 2005 saya pindah ke Quality Hotel, Pekanbaru sampai 2008. Pada bulan Juli 2008 saya masih ingat betul, saya mendapat tawaran dan pindah ke Swiss Belhotel Banda Aceh sebagai income audit sampai 2009. Selesai dari situ, dapat tawaran lagi di Sriwijaya Hotel Padang sebagai accountant. Berawal dari sinilah saya belajar jadi seorang Manager keuangan di unit kecil dulu. Makanya saya sikat,” bebernya.

Yudi bisa disebut ‘kutu loncat’ hotel karena berbagai hotel di Sumatera sudah pernah dijajakinya.  Ia mengaku lebih mementingkan pengalaman terlebih dahulu. Seperti cara menghitung 35 kamar dengan 10 orang karyawan, berapa payrolnya yang harus kita keluarkan, terus ekspensisnya, pengeluaran barang-barang seperti apa.

“Gua main kecil dulu dong, baru main besar,” tambah pria kelahiran Banten 18 Juli 1982 ini.

Di tengah perjalanan karir, ia juga sempat menganggur satu bulan dan ingin kembali ke kampung halamannya. Namun kembali mendapat tawaran di Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru, dengan dua pilihan posisi accounting atau sales.

Karena sudah memiliki pengalaman di accounting, Yudi memilih jadi sales untuk menambah pengalaman karena ia memiliki target menjadi GM atau Executive Assistant Manager (EAM).

“Lalu pada tahun 2013 di Hotel Pelangi waktu masih project, Manager Keuangannya pindah ke Duri, gak tau pasti alasannya kenapa. Saat itu owner butuh orang untuk pengganti namun tidak mau orang baru. Sayapun ditarik,” ujarnya.

Jika melihat kehidupan Yudi saat ini, rasanya sulit dipercaya jika kesuksesannya tersebut digapai dari titik nol. Dari seorang kasir, ia berhasil bermetamorfosa menjadi seorang GM hotel. Namun itulah kenyataannya, jabatan yang didudukinya diraih  dengan cara yang tidak mudah.

“Perjalanan karir saya naik turunlah. Tapi dari dulu sampai sekarang, saya pure hanya kerja di Hotel terus, tidak kemana-mana. Kalau alasan pindah-pindah Hotel ya karena karir, situasi dan kondisi. Tidak  dipungkiri juga karena saya ingin mendapat pengalaman dan penghasilan yang lebih baik,” ungkapnya.

Atasan Harus Mampu Belajar dan Mengajar
MENJADI
atasan dan memiliki beberapa anak buah memiliki resiko tersendisi. Yudi Ramadhani tidak hanya dituntut untuk terus belajar, namun juga bisa mengajar.

Ia mencontohkan, pernah turun tangan langsung untuk membantu membawa tas atau barang bawaan tamu hotel. Cara ini secara tidak langsung dapa memberikan pelajaran kepada bawahannya yang melihat secara langsung apa yang dilakukan pimpinan mereka.

Selain itu, posisi yang dipegangnya juga menuntut tanggung jawab besar. Sehingga Yudi juga terus berusaha melakukan yang terbaik, dan tidak  mengeluh dengan apa yang dikerjakannya.

Dalam bekerja pun dia loyal, tidak banyak menuntut tetapi memberikan apa yang bisa dia berikan kepada perusahaan. Baginya, karyawan yang baik adalah dia yang mau belajar dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan.

Itulah yang dilakukan Yudi dalam proses meniti karirnya. Membantu orang, baik dengan siapapun, banyak belajar, berkordinasi, patuh, rendah hati, tidak merasa paling benar, dan memiliki kinerja yang baik. Sedangkan prinsipnya adalah disiplin, jujur, bisa bekerjasama, tidak banyak mengeluh, dan bekerja dengan porsinya.

“Jangan buat masalah, dan bekerja secara profesional. Apa yang bisa dikerjakan ya dikerjakan,” tambahnya. (maulana)