• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sukamdani Sahid: Bisnis adalah Berkah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 Juni 2013
130
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM – Orang mengenal Sahid Group di beberapa bisnis, namun namanya masyhur di perhotelan. Grup ini muncul kembali lebih segar ketika tepat hari ini, 1 Juni, berumur 60 tahun. Pendirinya, Sukamdani Sahid Gitosardjono, menuturkan kisah jatuh bangun bisnisnya hingga kini telah melepaskan kepada anak-anaknya.
Sejak 1995, Sukamdani (85) sudah mulai melepas kegiatan bisnisnya dan menyerahkan kepada anak-anaknya. Dalam wawancara dengan Kompas yang didampingi istrinya, Juliah, ia menuturkan kini hari-harinya diisi dengan senam dan mengurus pesantren.
Bagaimana Anda memulai bisnis?
Menjadi pengusaha adalah cita-cita saya sejak masih zaman perang. Tahun 1945, saat perang tidak ada logistik. Saya berpikir bagaimana memberi makan tentara walaupun saat itu didukung rakyat. Lalu saya berpikir mengumpulkan kain batik rakyat untuk ditukar dengan beras. Beras itu untuk makan tentara. Saat berperang tahun 1948-1950, saya juga jadi pengusaha. Tentara butuh makanan, lalu cari gaplek di Wonogiri dan kemudian gaplek ini ditukar dengan beras.
Bisnis di Jakarta?
Setelah perang, saya kembali bersekolah. Kemudian tahun 1952 pindah ke Jakarta dan mulai jadi pegawai negeri sipil di Kementerian Dalam Negeri. Tapi tidak kerasan. Saya ingin jadi pemimpin, lalu pindah menjadi pegawai swasta, namun saya juga sudah merintis usaha kecil-kecilan. Pada 27 Mei 1953, saya menikah dengan Juliah. Pada 1 Juni tahun yang sama saya menyewa tempat ini (Grand Sahid Jaya Hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta). Istri mendukung untuk berwirausaha dengan membuat percetakan. Saya membeli dua alat percetakan dari tabungan. Juliah ini anak orang berada, tapi tetap mau berusaha.
Bisnis ini kemudian besar?
Saya senang berorganisasi. Dari usaha grafika, saya berinisiatif bikin kongres perusahaan percetakan Indonesia pada Juli 1956. Karena berorganisasi ini saya bertemu dengan Presiden Soekarno. Saya melihat hubungan dengan Presiden harus dibina. Bisnis percetakan bisa berkembang baik karena saat peralihan ibu kota dari Yogyakarta ke Jakarta banyak buku dan dokumen pemerintah yang harus dicetak. Saya mendapat banyak order. Bahkan order saya limpahkan ke Bandung, Semarang, hingga Surabaya. Saya dikenal pintar cari order.
Bila kemudian bisnis perhotelan, asal usulnya darimana?
Ceritanya, saya pernah terdampar di di Medan pada tahun 1960 karena penerbangan yang sedikit dan selalu penuh. Saya menginap di hotel cukup lama. Dari kejadian ini, saya berpikir bisnis hotel pasti dibutuhkan oleh negara yang baru merdeka. Saya memulai bisnis hotel di Solo. Investasi hotel dari usaha dagang kertas dan percetakan. Untuk membangun hotel, saat itu susah cari semen. Akhirnya saya beli semen selundupan.
Bagaimana kisah Anda memasuki dunia pendidikan?
Saya masuk ke dunia pendidikan dengan mendirikan Akademi Grafika tahun 1965, lalu membuat Sekolah Tinggi Grafika. Kemudian mendirikan Universitas Veteran Bangun Nusantara di Sukoharjo melalui Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya. Prinsipnya kesejahteraan untuk karyawan, pendidikan untuk masyarakat luas, dan pengabdian sosial untuk masyarakat. Kemudian Akademi Perhotelan pada 1988, lalu membikin Universitas Sahid.
Bagaimana dengan regenerasi Sahid Group?
Saya sudah memulai regenerasi pada tahun 1990-an, namun pada 1997 terjadi krisis. Anak-anak sempat gamang. Utang dalam negeri dan luar negeri menumpuk. Saya memimpin lagi, namun tidak lama karena pada 2002 saya serahkan kembali ke anak-anak. Tahun 2008 semua utang sudah selesai.
Kunci sukses dalam berbisnis?
Pertama adalah jujur, yaitu jujur kepada Tuhan dan diri sendiri. Kemudian disiplin mengatur waktu dan teguh menuju target yang akan dicapai. Ketiga, bertanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain. Keempat, kerja keras. Kelima, berprestasi yang direstui Allah dan didukung orang lain.
Falsafah Anda dalam berbisnis?
Hidup harus bisa menghidupi orang lain, artinya membuka lapangan kerja. Tidak serakah. Bisnis itu untuk kesejahteraan. Mengembangkan uang yang didapat untuk membuka lapangan kerja agar orang lain juga bisa berkembang. Bisnis adalah kesempatan mengembangkan uang agar orang lain bisa mendapat nafkah, mendapat rumah, dan mendapat pendidikan. Bisnis itu berkah bagi kita dan bagi orang lain.
Apa yang Anda lakukan dalam keseharian sekarang ini?
Dulu saya suka main golf, tetapi saya dan istri sekarang sering senam. Saya mengurus pesantren di Bogor. Indonesia dengan penduduk yang beragama Islam lebih dari 200 juta harus memiliki wirausahawan yang tangguh. Saya minta santri menjadi pengusaha. Di dalam pesantren, saya menumbuhkan etos kerja keras dan etos keilmuan. Santri harus selalu belajar. Dari kegiatan ini saya ingin menyiapkan kader bangsa berbudi agar bisa menghidupi keluarga dan bangsa.
Bagaiamana Anda melihat kondisi bangsa?
Secara ekonomi dan pendidikan sekarang lebih maju, tetapi secara moral bangsa ini mengalami kemunduran karena tidak lagi mengingat Pancasila. Budaya sudah dilupakan sehingga bangsa ini tidak berkarakter. Eforia reformasi harus segera diakhiri. Penegakan hukum harus dilakukan. (kompas.com)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 4 Tempat Wisata di Banten yang Hits Selain Pantai
Travelling

Inilah 4 Tempat Wisata di Banten yang Hits Salah Satunya Pantai Tanjung Lesung

...

Read moreDetails
Rekomendasi 4 Sepatu Running New Balance yang Ringan dan Empuk

Rekomendasi 4 Sepatu Running New Balance yang Ringan dan Empuk

Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Delay hingga Batal

Rekomendasi 7 Sunscreen Ampuh Melawan Flek Hitam Sekaligus Mencerahkan

Rekomendasi 7 Sunscreen yang Ampuh Melawan Flek Hitam Sekaligus Mencerahkan

Material Elastis dan Zip Closure, Berukut Keunggulan Crop Top adidas Terbaru

Material Elastis dan Zip Closure, Berukut Keunggulan Crop Top adidas Terbaru

Butut Kasus Korupsi Ayahnya, Rp1,9 Triliun Dana Anak Surya Darmadi Disita di Singapura

Butut Kasus Korupsi Ayahnya, Rp1,9 Triliun Dana Anak Surya Darmadi Disita di Singapura

Next Post
PASAR JONGKOK

PKL Pasar Jongkok Kembali Bentrok dengan Petugas Satpol PP

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.