Frans Kaisepo, Pahlawan Nasional Pencetus Nama Irian

Senin, 15 Februari 2021 10:32
Frans Kaisepo, Pahlawan Nasional Pencetus Nama Irian

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sebagai anak jati Papua yang lahir pada 10 Oktober 1921 di Wardo, Biak, Frans Kaisepo sangat anti penjajahan Belanda.

Frans Kaisepo juga tak ingin menjadi kaki tangan Belanda. Karena itu, saat Belanda ingin mengadu domba dengan mendirikan Negara Indonesia Timur (NIT) pada Juli 1946, Frans menolak.

Advertisement

Dari buku Keen Achroni berjudul ‘Genius Book Pahlawan Nasional’, Frans Kaisepo-lah yang mencetuskan nama Nederlands Nieuw Guinea diganti menjadi Irian. Irian adalah singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti-Netherlands.

Karena itu, saat NIT berdiri, Papua tidak termasuk didalamnya. NIT kemudian hanya terdiri dari Maluku, Nusa Tenggara, Bali, dan Sulawesi.

Baca: Sejarah Kebudayaan Islam: Ustman bin Affan, Khalifah yang Membukukan Al-Quran

BACA JUGA:  Catatan Sejarah 2 Oktober: Salahuddin al-Ayyubi Berhasil Rebut Kembali Yerusalem

Sikapnya yang anti Belanda membuat kolonial Belanda marah. Frans Kaisepo dimasukkan ke penjara mulai tahun 1954 hingga 1961.

Setelah bebas dari penjara, Frans mendirikan Partai Irian, yang menuntut penyatuan kembali Irian dengan Indonesia.

Saat Bung Karno melancarkan Operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat, Frans secara aktif membantu tentara republik.

Setelah penyatuan Irian dengan Indonesia pada 1 Mei 1963, Frans masih berkontribusi dengan menjadi Gubernur Irian Barat. Dia juga bertugas menyelenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, yang hasilnya Irian Barat bulat menjadi bagian NKRI.

Atas jasanya, Frans Kaisepo dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 14 September 1993. Namanya juga diabadikan menjadi nama Bandar Udara, foto di pecahan Rp10,000, hingga menjadi nama kapal perang, KRI Frans Kaisepo. (bpc4)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 14:31

Smartphone Ini Harganya Murah, Spesifikasi Tinggi

Motorola meluncurkan moto e7i terbaru. Harganya tergolong murah.

Rabu, 03 Maret 2021 13:30

Industri Jasa Konstruksi di Riau Diminta Bersaing Secara Sehat

Industri jasa konstruksi berperan menciptakan iklim ekonomi daerah yang baik.

Rabu, 03 Maret 2021 13:01

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lebih Sensitif Nilai Agama dalam Mengambil Kebijakan

Muhammadiyah meminta pemerintah lebih sensitif dengan masalah ahklak, norma sosial, dan nilai-nilai agama

Rabu, 03 Maret 2021 12:30

Gelagat Golkar dan NasDem Berkoalisi, Ini Komentar PDIP

Gelagat koalisi sudah ditunjukkan oleh Partai Golkar dan NasDem sebagai langkah persiapan untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Rabu, 03 Maret 2021 12:01

Perhatikan Lagi, Ini Lima Level Kekhusu’an Shalat Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Dari takbir hingga salam, hanya mengkhayal, jadi tak ada pahala di shalatnya

Rabu, 03 Maret 2021 11:39

Penggunaan QRIS di Riau Tembus 118 Ribu Marchent

QRIS yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah berjalan di semua perbankan.

Rabu, 03 Maret 2021 11:01

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak Alergi Kritik

Selama kritikan tersebut rasional

Rabu, 03 Maret 2021 10:47

Harga CPO Topang Kenaikan TBS Sawit di Riau Pekan Ini

Harga minyak dunia ikut menopang harga CPO hingga berimbas pada kenaikan harga TBS sawit di Riau.

Rabu, 03 Maret 2021 10:35

Muhammadiyah Apresiasi Pencabutan Lampiran Perpres Miras oleh Presiden Jokowi

Pencabutan ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat

Rabu, 03 Maret 2021 10:27

Butut Dugaan Pelecehan Selebgram, Karyawan Kopi Kenangan Dirumahkan

Kasus dugaan pelecehan karyawan Kopi Kenangan Terhadap seorang selebgram.