• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 12 November: Tuanku Tambusai Wafat di Negeri Sembilan

Romi J. by Romi J.
12 November 2021
167
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LBERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat benteng Dalu-dalu ditaklukkan Belanda pada 28 Desember 1838, Tuanku Tambusai dapat meloloskan diri. Dia kemudian menyingkir ke Negeri Sembilan, Semenanjung Malaya, hingga meninggal pada 12 November 1882.

Tuanku Tambusai terkenal karena perlawanan gigihnya pada penjajahan Belanda saat Perang Paderi. Pergerakan Tuanku Tambusai di perang Padri dimulai pada tahun 1823. Tahun 1824, dia memimpin memimpin pasukan gabungan di Dalu-dalu, Lubuk Sikaping, Padanglawas, Angkola, Mandailing, dan Natal.

Pergerakan Tuanku Tambusai sangat sulit dibaca Belanda. Bahkan, saat itu pasukan Tuanku Tambusai harus menghadapi dua musuh sekaligus, yaitu pasukan Raja Gedombang di Mandailing, dan pasukan Belanda.

Pada tahun 1837, Benteng Bukit Tajadi di Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Oktober 1937, Tuanku Imam Bonjol yang merupakan pemimpin perang Padri menyerah ke Belanda.

Perlawanan diteruskan Tuanku Tambusai. Bahkan, pasukan Tuanku Tambusai sempat merebut Benteng Bonjol, walau tak bertahan lama.

Belanda yang sudah hampir menyerah menghadapi Tuanku Tambusai kemudian mengajukan tawaran damai. Tawaran ini disampaikan Letnan Kolonel Jacob Elout, Komandan Militer Belanda di Perang Padri.

Belanda kemudian memusatkan kekuatan untuk merebut Dalu-dalu. Tanggal 28 Desember 1938, Benteng Dalu-dalu akhirnya jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Tambusai bisa meloloskan diri ke Negeri Sembilan, Semenanjung Malaya, dan meninggal pada 12 November 1882.

Karena kegigihan dan semangat pantang menyerah Tuanku Tambusai, dia dijuluki Belanda ‘De Padrische Tijger van Rokan’ (Harimau Padri dari Rokan). (bpc4)

Tags: negeri sembilanPahlawanTuanku Tambusaiwafat
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tokoh Penting Hari Pahlawan 10 November
Berita

Meski Bung Tomo Paling Ikonik, Inilah 4 Tokoh Penting di Balik Hari Pahlawan 10 November

...

Read moreDetails

Kadis PMD Kampar Meninggal Dunia, Bupati Catur Ikut Lepas Jenazah dari Rumah Duka

Hamzah ibn Abduk Muthalib

Pahlawan Islam: Hamzah ibn Abdul Muthalib, Sang Singa Allah

Tuanku Tambusai, Tak Pernah Ditaklukkan Belanda

Catatan Sejarah 10 November: Surabaya Digempur Inggris, 40,000 Penduduk Tewas

Catatan Sejarah 6 November: Wafatnya Cut Nyak Dien

Next Post

Wabup Siak Husni Merza Dukung Terbentuknya Website Siak Hijau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.