• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 27 Januari: Keadilan untuk Temiri, Korban Pemerkosaan Serdadu Belanda

Romi J. by Romi J.
27 Januari 2021
125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada 27 Januari 2016, Temiri, 86 tahun, memenangkan gugatan atas pemerkosaan dirinya oleh serdadu Belanda. Pemerkosaan Temiri dilakukan pasukan KST Belanda di Peniwen, Malang, 19 Februari 2019.

Di pengadilan di Den Haag, Temiri berhasil membuktikan kekejaman serdadu Belanda memperkosa dirinya, meski kejadiannya berlangsung 70-an tahun lalu.

Dikutip dari dutchnews.nl, pengadilan Belanda kemudian memerintahkan Belanda membayar ganti rugi sebesar 7.500 euro kepada Temiri. Jumlah tersebut pada tahun 2016 setara dengan Rp114 juta. Jumlah yang tak sebanding dengan tekanan batin Temiri selama 70 tahun terakhir.

Kasus pemerkosaan Temiri hanyalah satu dari banyak kasus kekerasan dan pemerkosaan perempuan Indonesia oleh serdadu Belanda.

Kasus lainnya adalah seperti kesaksian JC Princen, serdadu Belanda yang membelot ke Indonesia. Princen jatuh cinta kepada gadis bernama Asmuna, yang tinggal persis dibelakang Kebun Raya Bogor.

Suatu hari, Asmuna bermaksud untuk menemui Princen di baraknya yang terletak di depan Istana Bogor. Sayangnya, Asmuna mengalami pelecehan di gerbang barak. Karena melakukan perlawanan atas pelecehan dirinya, serdadu penjaga barak menembak mati Asmuna.

“Saat itu, saya sedang berada di dalam barak. Ketika ada suara tembakan, saya mengambil senapan saya dan berlari kedepan. Alangkah marahnya saya melihat Asmuna sudah tergeletak dengan tubuh berlubang setengah telanjang di pos jaga,” ujar Princen.

Militer Belanda tak menindaklanjuti kasus Asmuna. Bahkan, Belanda memfitnah Asmuna sebagai mata-mata yang menyelinap ke markas tentara Belanda, dan terpaksa ditembak mati. (bpc4)

Tags: Belandapemerkosaanpemerkosaan serdadu belandaserdadu BelandaTemiri
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Delano Diego Heijden, Pemain Feyenoord yang Bakal Dinaturalisasi

...

Read moreDetails
Kutang

Asal Usul Nama Kutang di Indonesia

batubara indonesia, batubara eropa

Kehilangan Gas Rusia, Negara di Eropa Mau Tak Mau Lirik Batubara

mempekosa remaja

Parah! 6 Bocah Lelaki Gilir Remaja 11 tahun 

Catatan Sejarah 17 Januari: Penandatanganan Perjanjian Renville

Pelecehan Seksual Pada anak

LPAI Riau Ajak Masyarakat Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Next Post

Draf RUU Terbaru: Pemilu Daerah Baru Diadakan Pada 2027 Nanti

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.