Owner PS Store Diciduk Bea Cukai, Jadi Tersangka Tindak Pidana Kepabeanan

Selasa, 28 Juli 2020 19:15
Owner PS Store Diciduk Bea Cukai, Jadi Tersangka Tindak Pidana Kepabeanan
Barang bukti PS Store. (Foto: @bckanwiljakarta)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Owner PS Store, PS telah diserahkan Kantor Bea dan Cukai Jakarta ke Kejaksaan Jakarta Timur. PS menjadi tersangka tindak pidana kepabeanan.

Hal tersebut tertulis dalam unggahan akun Kantor Bea dan Cukai Jakarta, @bckanwiljakarta, Selasa 28 Juli 2020.

Advertisement

PS disangkakan melanggar pasal 103 huruf d Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang kepabeanan.

Bersama PS, juga diserahkan barang bukti 190 handphone bekas dari berbagai merk dan juga uang tunai dari hasil penjualan handphone bekas tersebut senilai Rp61,300,000.

Baca: LSM Sebut Laporan Dugaan Korupsi PT Trifa Abadi Didiamkan Kejati Riau

“Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran denda pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp500,000,000, rumah senilai Rp1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp50,000,000,” tulis akun @bckanwiljakarta.

Dalam postingan tersebut, akun @bckanwiljakarta juga mengajak masyarakat agar berhati-hati dalam berbelanja, meskipun diiming-imingi harga yang murah.

“Jangan sampai sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produl #legalitumudah kok,” tutup akun @bckanwiljakarta.

View this post on Instagram

Bea Cukai secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal. Pada hari Kamis, tanggal 23 Juli 2020, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-. Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal. Nah Sobat K'Jak, yuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berbelanja meski diiming-imingi dengan harga yang murah. Jangan sampai Sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produk #legalitumudah kok. #beacukaimakinbaik #Kjakberintegritas #bckanwiljakarta #KjakmenujuWBK2020

A post shared by Kantor Wilayah DJBC Jakarta (@bckanwiljakarta) on

PS Store sendiri adalah toko yang menjual berbagai merk dan jenis handphone bekas dengan harga murah. Umumnya, produk-produk yang dijual PS Store adalah versi global, alias yang tidak untuk dijual di Indonesia.

PS Store juga mempunyai cabang di Pekanbaru. Dulu, cabang ini terletak di Jalan Hang Tuah, sebelum pindah ke Jalan Suka Karya, Panam, Pekanbaru. (bpc4)