Diperiksa Kejati Riau Tujuh Jam, Rudyanto Enggan Berkomentar

Rabu, 13 Januari 2021 18:00
Diperiksa Kejati Riau Tujuh Jam, Rudyanto Enggan Berkomentar

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau tahun 2018 Rudyanto, Rabu 13 Januari 2021 diperiksa tim Kejaksaan Tinggi Riau selama sekitar tujuh jam. Dia diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan komputer UNBK tingkat SMAN dan SMKN Dinas Pendidikan Provinsi Riau tahun 2018.

Pantauan Bertuahpos.com pemeriksaan berlangsung dari pukul 09.00 WIB, hingga pukul 15.59 WIB. Usai diperiksa, Rudyanto yang menggunakan kemeja putih ini enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan dirinya dan juga  proyek yang diduga dikorupsi tersebut.

Advertisement

Bertuahpos.com yang menghampiri Rudyanto usai pemeriksaan mencoba menanyakan seperti apa dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan komputer UNBK tingkat SMAN dan SMKN tersebut, Rudyanto hanya menyarankan untuk menanyakan ke penyidik. “Tanya ke penyidik aja,” ujarnya.

Saat ditanyakan apakah modus yang digunakan dalam dugaan korupsi pengadaan peralatan komputer UNBK tingkat SMAN dan SMKN Dinas Pendidikan ini sama halnya dengan yang dilakukan dalam dugaan korupsi proyek media pembelajaran berbasis IT juga di Dinas Pendidikan Provinsi Riau dengan tersangka mantan Kabid SMA, Hafiz Timtim dan Rahmad Danil, Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) cabang Riau? Rudyanto kembali meminta wartawan untuk menanyakannya kepada penyidik.”Tanya penyidik aja,” ujarnya singkat.

Baca: Lanjut Korupsi Disdik Riau, Kejati Periksa Manager PT Pilar Global Solusi

Demikian juga ketika diminta bahwa penjelasan dari Rudyanto sangat diperlukan masyarakat agar memperoleh informasi ada atau tidaknya dugaan korupsi tersebut. “Iya tanya penyidik aja,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Seperti diketahui modus yang dilakukan dua tersangka dalam perkara korupsi proyek media pembelajaran berbasis IT juga di Dinas Pendidikan Provinsi Riau dengan tersangka mantan Kabid SMA, Hafiz Timtim dan Rahmad Danil, Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) cabang Riau, yakni tersangka HT tidak melakukan survei harga pasar dalam kegiatan pengadaan tersebut. Pelaksanaan proyek itu semestinya menggunakan kalatog elektronik.

Langkah selanjutnya adalah tersangka menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan pesanan broker. Kemudian, tersangka melakukan pengadaan dengan bersekongkol dengan pihak ketiga, serta menerima gratifikasi dan fasilitas dari pihak ketiga.

Apakah modus ini juga dilakukan dalam proyek pengadaan peralatan komputer UNBK tingkat SMAN dan SMKN Dinas Pendidikan Provinsi Riau tahun 2018, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan SH, ketika dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut karena status penanganan perkara masih tahap penyelidikan. (bpc17)

Berita Terkini

Rabu, 20 Januari 2021 19:30

Baru Kampar, Siak, Kuansing, Sedangkan Kepulauan Meranti Masih Persiapan Sekolah Tatap Muka

#SekolahTatapMuka #Riau #regional

Rabu, 20 Januari 2021 18:22

2 Kepala BIG Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit

#KPK #korupsi #nasional

Rabu, 20 Januari 2021 17:30

OJK Beberkan Potensi Keuangan Syariah Besar, Namun Pencapaiannya Berat

#PasarSyariah #ojk #finance

Rabu, 20 Januari 2021 15:32

Apple Digugat, Telegram Diminta Dihapus dari App Store

#aplikasi #telegram apple

Rabu, 20 Januari 2021 14:34

Ini 10 Rumah Sakit di Riau Terbanyak Merawat Pasien Covid-19

#kesehatan #rumahsakit #regional

Rabu, 20 Januari 2021 13:31

Diduga Terjalin Komunikasi, KPK Dalami Keberadaan Harun Masiku dari Saudaranya

#HarunMasiku #KPK #Korupsi

Rabu, 20 Januari 2021 12:30

AS Yakin China Melakukan Genosida dan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Muslim Uighur

#china #as #uighur #internasional