OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Selama Setahun

Jumat, 23 Oktober 2020 09:08
OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Selama Setahun
Ilustrasi, net

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melakukan perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit selama setahun. Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, seperti dikutip dari akun instagramnya @wimboh.ojk, Jumat, 23 Oktober 2020. “Sobat OJK, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit diperpanjang selama setahun,” tulisnya.

Namun demikian, dia menjelaskan, kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard. 

Hal tersebut bertujuan agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi ditengah masa pandemi ini.

Baca: Ini Alasan Mengapa Riau Patut Perjuangkan DBH Sawit

BACA JUGA:  OJK Catat Fintech P2P Lending Paling Banyak Dimanfaatkan UMKM

Dia menambahkan, OJK akan segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan. 

Secara nasional, realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp904,3 Triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15% menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22%. 

View this post on Instagram

OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Selama Setahun. Sobat OJK, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit diperpanjang selama setahun. Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi ditengah masa pandemi ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso @wimboh.ojk. OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan. Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp904,3 Triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15% menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22%. Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan. OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Selengkapnya kunjungi Website Resmi OJK pada kanal Siaran Pers. #OJK #PemulihanEkonomiNasional #Restrukturisasi #9thOJK #BaktiMembangunNegeri

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia) on

Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam enam bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

“OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional,” sambungnya. (bpc2)