Laris Manis, ORI010 Laku Rp 20 Triliun

Senin, 07 Oktober 2013 01:23
Laris Manis, ORI010 Laku Rp 20 Triliun
BERTUAHPOS, JAKARTA – Sekitar 15 hari ditawarkan ke masyarakat, instrumen investasi yaitu Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 010 laku keras. Jumlah pemesanan mencapai Rp 20,205 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah memutuskan menyerap semua.
Â
Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, minat masyarakat terhadap ORI010 yang bunganya mencapai 8,5% per tahun ini sangat besar.
Â
“Penjualan ORI010 masih menarik minat masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini,” ungkap Robert saat jumpa pers di Gedung Frans Seda Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Â
“Saat ORI ini diterbitkan, target mereka (para agen) adalah Rp 24 triliun lebih, kemudian pemerintah menetapkan Rp 20 triliun dan dapat ditingkatkan menjadi Rp 21 triliun. Realisasi sampai dengan akhir pencatatan Rp 20,368 triliun. Namun dari hasil penjualan dari 20 agen dilakukan cleaning data (ada beberapa yang perlu dikoreksi dari jumlah pembeli) hasil realisasinya menjadi Rp 20.205 miliar. Jumlah investor 38.960, 26.824 diantaranya adalah investor baru,” jelasnya.
Â
Tingginya minat investor terhadap ORI010 ini karena imbal hasil atau kupon 8,5% yang ditawarkan cukup menggiurkan. Angka ini jauh di atas rata-rata bunga deposito saat ini yang hanya bergerak di kisaran angka 5%.
Â
“ORI010, masa penawaran sudah dilakukan sejak 20 September sampai dengan 4 Oktober 2013 dan penjatahan hari ini. Tanggal pencatatan di bursa 10 Oktober 2013 dengan masa jatuh tempo 15 Oktober 2013 dengan masa tenor 3 tahun. Nilai rupiah per unit adalah Rp 1 juta. Maksimum pemesanan Rp 3 miliar/orang. Tingkat kupon 8,5%/tahun dibayar setiap bulan. Ini adalah Salah satu keunggulan ORI010 adalah adanya bunga 8,5%/bulan,” katanya.
Â
Penawaran ORI010 sudah dilakukan oleh 17 bank dan 3 perusahaan sekuritas di 27 kota di Indonesia (sosialisasi marketing). Tujuan diterbitkan ORI010 selain menutup defisit keuangan negara, masyarakat juga bisa belajar berinvestasi terutama di obligasi negara.(detik.com)