Harga Minyak Naik Meski Persediaan AS Meningkat

Kamis, 14 Agustus 2014 07:37

BERTUAHPOS.COM, NEW YORK – Harga minyak dunia terdorong lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB, 14/8/2014), karena investor mengabaikan kenaikan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik 22 sen menjadi berakhir di 97,59 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Kontrak berjangka utama Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan September, naik 1,26 dolar AS menjadi ditutup pada 104,28 dolar AS per barel di perdagangan London, berbalik naik dari terendah 13 bulan sehari sebelumnya.

Keduanya, WTI dan Brent jatuh pada Selasa setelah Badan Energi Internasional (IEA) memangkas prospek permintaan dunia untuk tahun ini dan 2015, mengutip pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat.

Baca: Pemprov Riau Beri Waktu Hingga 4 Desember Kepada Lippo Karawaci Soal MoU Baru Aryaduta

Para pedagang mempertimbangkan laporan pemerintah AS yang menunjukkan kenaikan pertama persediaan minyak mentah dalam tujuh minggu terakhir.

Persediaan minyak mentah AS naik 1,4 juta barel menjadi 367,0 juta barel, dalam pekan yang berakhir 8 Agustus, Departemen Energi mengatakan. Persediaan minyak mentah telah mengalami penyusutan sekitar 22 juta barel selama enam minggu sebelumnya.

Kenaikan persediaan itu mengejutkan para analis, yang memperkirakan penurunan 1,7 juta barel, menurut survei oleh Dow Jones Newswires. Kontrak WTI awalnya jatuh di tengah berita tersebut.

Sementara produk distilasi, termasuk bahan bakar diesel dan bahan bakar pemanas, turun lebih besar dari yang diperkirakan, sebesar 2,4 juta barel menjadi 122,5 juta barel.

Persediaan bensin, yang diawasi dengan ketat selama puncak permintaan pada musim mengemudi musim panas di AS, turun 1,2 juta barel menjadi 212,7 juta barel, sejalan dengan harapan.

Michael Lynch dari Strategic Energy and Economic Research mengatakan laporan persediaan itu “agak bearish” sedangkan angka untuk bensin dan distilat adalah “bullish”.

“Mungkin beberapa orang merasa kami turun setelah hari sebelumnya dilanda aksi jual,” tambahnya.(Wartaekonomi)