• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Fenomena Influencer Saham Perlu Diwaspadai

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Januari 2021
IHSG
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Fenomena influencer saham yang lagi marak belakangan ini perlu untuk diwaspadai. Menurut data jumlah single investor identification (SID) yang tercatat sebanyak 3,87 juta per 29 Desember 2020 atau meningkat 56% dari akhir 2019. Jumlah investor saham diantaranya mencapai 1,68 juta SID atau melonjak 53%, pada 2019.

Investor atau trader saham pemula tertarik masuk ke dunia saham tentu secara logika ingin menikmati keuntungan besar dan cepat karena mindset mereka masuk pasar saham adalah bermain saham bukan bisnis saham. 

Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai investor atau trader pemula di pasar saham menurut Emiten.com agar tidak mengalami kerugian ke depan, sebagaimana dikutip dari Kontan.

Pertama, influencer berulang kali memamerkan keuntungan besar dalam bentuk rupiah dalam waktu singkat. Perlu diketahui bahwa Saham adalah instrumen beresiko tinggi dan cenderung jangka panjang yang pergerakan naik turun tergolong cepat

Kedua, tidak dijelaskannya margin of safety atau selisih antara nilai intrinsik suatu saham dengan harga jual saat ini. Seringkali informasi hanya berupa potensi profit besar namun tidak masuk akal dicapai dalam waktu singkat & cepat oleh trader investor saham pemula karena pasti ada suspensi maupun unusual market activity (UMA).

Ketiga, menciptakan FOMO alias fear of missing out, rasa takut dan cemas akan ketinggalan berita atau hal-hal terbaru yang terjadi. Informasi rekomendasi beli saham diumumkan pada media sosial dengan jumlah pengikut besar agar tercipta FOMO atau pemikiran bahwa bila saya tidak segera beli saham tersebut sekarang maka di luar sana banyak ratusan ribu follower akan lebih dulu membeli dan menikmati profit.

Keempat adalah menarik jumlah anggota trader investor saham pemula melalui endorse di media sosial. Tak jarang, kolaborasi dibutuhkan agar paparan informasi lebih mudah tersampaikan. Karena sekecil apapun volume akan bermanfaat bagi mereka untuk dump alias membuang saham tersebut.

Kelima, adalah memiliki wadah grup khusus komunikasi dua arah yang digunakan mengkoordinasikan anggota untuk membeli (perhatikan komposisi pembelajaran dan percakapan wadah grup tersebut). Ada grup berbayar dan grup gratis, sudah dapat dipastikan bahwa grup gratis tidak mendapat informasi secepat dan seakurat dari grup berbayar tersebut.

“Kami sudah melihat permasalahan seperti ini akan muncul sebelum startup platform emiten.com dibentuk. Tidak semua orang dapat mengakses grup berbayar yang nilainya fantastis, setelah bayar pun mereka masih kemungkinan dijadikan sasaran dump apalagi yang tidak bayar. Oleh karena itu waspada bila terdapat grup gratis dan grup berbayar. Dan bila terdapat edukasi pun maka para pemula juga berisiko terkotak kotak dengan 1 aliran trading investing tertentu,” ujar Denny Huang, CEO & Founder emiten.com dalam siaran pers, Sabtu (9/1).

Denny bilang, banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan dalam beli jual saham baik trading harian maupun untuk investasi. Misalnya faktor seperti valuasi mulai dari PBV, PER, PCFR, PSR, DER, EPS, NPM, perpajakan, sentimen induk atau afiliasi perusahaan, aksi korporasi right issue, trend bisnis satu dua tahun ke depan dan good corporate governance perusahaan. 

Selain itu, lanjutnya, faktor eksternal dan juga ekonomi makro harus diperhatikan. “Rapat The Fed atau OPEC, laporan BPS, serta tidak lupa untuk melihat makro global serta selalu penting mengingat trailing stop, money management dan stoploss,” pungkas Denny. (bpc2)

Tags: cara investasi di sahamcara mudah investasiedukasi sahaminfluencer sahaminvestasi sahamsaham adalah
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Dirut Baru BEI Andalkan Strategi Transparansi dan Tata Kelola yang Baik
Ekonomi

6 Saham Berpotensi Beri Dividen di Atas 10% saat Pasar Terkoreksi

...

Read moreDetails
Menakar Risiko dan Untung, Inilah Prinsip Dasar Trading Saham yang Wajib Diketahui

Menakar Risiko dan Untung, Inilah Prinsip Dasar Trading Saham yang Wajib Diketahui

OJK Izinkan Perusahaan Buyback Saham Tanpa RUPS, IHSG Anjlok 21,28%

OJK Izinkan Perusahaan Buyback Saham Tanpa RUPS, IHSG Anjlok 21,28%

MDLA Tergetkan Rp805 Miliar Dana Terhimpun dari IPO

MDLA Tergetkan Rp805 Miliar Dana Terhimpun dari IPO

Ahmad Rafif jaya

Ahmad Rafif Jaya Janji akan Bayar Utang Rp71 M ke Investornya

Emiten BUMN

6 Emiten BUMN Turun Kasta ke Papan Pengembangan Akibat Kebijakan Baru BEI

Next Post

Tak Kunjung Dapatkan Lawan Tanding, Timnas U-19 Kembali Lakukan Internal Game

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.