Kepala BEI Riau Ingatkan Jangan Ikut-ikutan dalam Beli Saham

Rabu, 20 Januari 2021 09:30
Kepala BEI Riau Ingatkan Jangan Ikut-ikutan dalam Beli Saham
Kepala BEI Riau Emon Sulaeman.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU  — Para investor harus sadar, bahwa berinvastasi di pasar modal harus didasari keyakinan pada diri sendiri. Oleh sebab itu jangan pernah ikut-ikutan dalam hal beli saham

Beberapa waktu belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan influencer pamer saham kepada followers-nya. Ya, seperti yang dilakukan Raffi Ahmad, Ari Lasso, bahkan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. 

Advertisement

“Fenomena influencer atau publik figur dalam mengajak untuk membeli saham tertentu memang memberikan pengaruh yang cukup besar, karena memang mereka kan punya pengikut. Namun tidak banyak yang sadar bahwa hal itu sangat berisiko,” kata Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau Emon Sumaeman kepada Bertuahpos.com, Rabu, 20 Januari 2021.

Meski demikian, Emon Sulaeman menyadari bahwa hal-hal semacam ini memang secara umum dilakukan oleh masyarakat atau investor biasa. Itu sah-sah saja. Lagipula, bukan dengan maksud mengajak orang lain untuk membeli saham tertentu, tapi hanya sebagai gambaran agar orang lain tertarik untuk berinvestasi di pasar modal.

Baca: Wow, Utang Malaysia Capai Rp3.593 Triliun

BACA JUGA:  Menelaah Potensi Saham Otomotif 2021

“Lain cerita kalau ajakan itu disampaikan di depan publik. Tentu ada risiko, karena tidak semua orang mengerti tentang edukasi saham atau pasar modal,” jelas Emon.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Raffi Ahmad, Ari Lasso dan Kaesang Pangarap pastinya berdampak sangat besar, karena memang pengikut publik figur ini juga banyak. Sedangkan jika ada orang lain melakukan hal yang sama seperti publik figur itu, kemudian mereka rugi, artinya ada potensi risiko hukum yang timbul.

Oleh sebab itu, Emon menyarankan kepada setiap investor penting untuk memahami tata cara dan saham yang cocok sebelum memutuskan untuk bertransaksi di pasar modal. 

“Lain cerita kalau dia adalah analis, karena memang para analis itu punya kemampuan untuk menganalisa pergerakan saham di pasar modal, itu pun selalu diikuti dengan disclaimer. Karena memang tawaran itu berisiko,” kata Emon. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 05:12

Tak Terhentikan, City Bantai Wolves 4-1

pekan ke 29 yang mempertemukan mereka dengan Wolves, City menang 4-1

Rabu, 03 Maret 2021 05:00

Catatan Sejarah 3 Februari: Sultan Muhammad Al-Fatih II Naik Tahta

Dikenal sepanjang masa sebagai seorang penakluk kerajaan yang begitu hebat

Selasa, 02 Maret 2021 22:32

Miliki Potensi Besar, Budidaya Ikan Tapah di Desa Kuala Terusan Mulai Digalakkan

Peluang dalam membudidayakan keramba ikan air tawar di Pelalawa.

Selasa, 02 Maret 2021 20:30

Ini Alasan Mengapa Ma’ruf Amin ‘Tutup Mulut’ Soal Investasi Miras

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sengaja ‘tutup mulut’ perihal Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Selasa, 02 Maret 2021 19:32

Bawaslu Kuansing Sampaikan Piagam Penghargaan ke Kejari

Piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 lalu.

Selasa, 02 Maret 2021 18:32

Seluruh Pejabat di Riau Diminta Hadir, Besok Ada Monev dengan KPK

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal tata kelola pemerintahan.

Selasa, 02 Maret 2021 18:10

Bukan Harimau, Ini Penjelasan BKSDA Soal ‘Hewan Misterius’ yang Serang Nenek di Pelalawan

Kesimpulan BKADA, bukan hewan yang menyerang nenek itu.

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”