Diproyeksi Gemilang Kedepan, Perusahaan Sawit Perlu Masuk Dalam List Saham Anda

Selasa, 05 Januari 2021 10:34
Diproyeksi Gemilang Kedepan, Perusahaan Sawit Perlu Masuk Dalam List Saham Anda
Buah sawit menjelang panen (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sejumlah perusahaan sawit sebaiknya masuk dalam daftar saham yang akan dibeli. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan harga CPO yang terpantau terus mengalami perbaikan.

Para analis memperkirakan kondisi ini masih akan terus menanjak hingga semester I tahun ini seiring sentimen positif dari Malaysia dan Indonesia.

Advertisement

Tren positif ini telah membawa harga CPO di Bursa Malaysia Derivative Exchange telah menyentuh level RM 3.600 per ton. Harga tersebut merupakan harga CPO tertinggi dalam 8,5 tahun terakhir. 

Perlu diketahui bahwa Malaysia dan Indonesia memproduksi 85% pasokan CPO dunia.

Baca: LPS pertahankan tingkat bunga wajar simpanan

Analis emiten.com Agung Surya Thidar merekomendasikan buy untuk beberapa saham top-picks di sektor perkebunan sawit. Seperti saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Ketiga emiten tersebut dipilih karena sepanjang tahun 2020 dapat memberikan peforma yang cukup baik di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Ada beberapa faktor yang mendorong tren CPO naik. Pertama, terjadinya kenaikan harga kontrak minyak kedelai serta minyak mentah dunia. Masing-masing naik 1,2% dan 1,4%.,” katanya dalam keterangannya, Selasa, 5 Januari 2021.

Kedua, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) kedua kontrak menyebut bahwa output CPO masih tertekan dikarenakan fenomena La Nina yang mempengaruhi produksi komoditas CPO Malaysia.

Ketiga, Pelarangan impor CPO produksi Sime Darby Plantation. Di sisi lain, permintaan dunia terhadap CPO yang mulai pulih tidak diseimbangkan oleh kondisi pasokan yang ketat dalam beberapa waktu terakhir.

Dia merekomendasikan beli atas saham SIMP dengan target harga Rp715,  LSIP dengan target harga Rp1.860 dan AALI dengan target harga Rp18.000. (bpc2)