Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Senin, 19 April 2021 21:31
Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti
Bitcoin. (kompas.com0

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Indonesia sepertinya tak mau ketinggalan dengan akan menghadirkan bursa mata uang kripto atau cryptocurrency. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengungkapkan itu dalam keterangan resminya. 

Dengan demikian badan ini akan menaungi mata uang kripto meliputi Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Binance Coin, dan sebagainya. “pembentukan bursa tersebut bertujuan untuk perlindungan pelaku usaha,” kata Ketua Bappebti Sidharta Utama.

Advertisement

Dia menambahkan, bursa ini akan fokus pada perlindungan pelaku usaha agar hubungan antar semua pihak bisa berjalan dengan baik, antara pedagang, investor, maupun dengan lembaga lain bisa jelas dan aman.

Sejauh ini, dijelaskan,  ada ribuan jenis cryptocurrency. Dari ribuan jenis itu, Bappebti sudah mengeluarkan 226 aset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia.

Baca: Saham Rekomendasi: LSIP, UNVR dan BTPS, Simak Penjelasannya Berikut Ini

BACA JUGA:  PKS Tetap Tolak Konsep Dewan Pengawas KPK

Perkembangan penggunaan aset kripto di dunia demikian pesat sehingga bisa dipergunakan sebagai sarana pembayaran, investasi, dan lain-lain.

Rencana tersebut juga sudah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. 

Bahkan, kedua wakil menteri telah bertemu, dan secara khusus membahas tentang rencana pendirian pasar kripto. Pasalnya, perkembangan kripto yang demikian cepat menuntut segera dibentuknya piranti regulasi dan lembaga yang menaunginya.

Jerry mengatakan pasar komoditas dan derivasinya selama ini menurut undang-undang berada di bawah wewenang Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan. Namun, dalam perkembangannya jenis komoditi berkembang dan banyak bersentuhan dengan sektor lain.

“Khususnya dalam industri keuangan baru yang berbasis digital dan beberapa pengembangan produk derivatif lainnya makin banyak bersentuhan dengan lembaga dan kementerian terkait. Ini yang ingin kami sinergikan agar omnibus law jasa keuangan nanti bisa menjawab tantangan regulasi sekaligus menjadi wadah bagi perkembangan industri ini,” paparnya.

Dia menegaskan, baik Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Keuangan ingin agar penggunaan dan perdagangan aset crypto bisa berdampak positif bagi ekonomi nasional.

Sementara itu, Suahasil mengaku sepakat bahwa perkembangan pasar komoditi yang semakin kompleks. Ini menyangkut berbagai aspek mulai dari perpajakan hingga dampak bagi ekonomi nasional secara luas. Karenanya, ia menyambut baik ajakan Jerry untuk berdiskusi mengenai pembentukan bursa aset kripto.

Selanjutnya, Kementerian Keuangan dan Kementerian perdagangan akan berkoordinasi dalam pembahasan bursa mata uang kripto tersebut. Nantinya, Bappebti akan memfasilitasi pertemuan lanjutan sebagai turunan dari kesepakatan kedua wakil menteri.

Selain ketiga lembaga, pembahasan ini juga menyangkut Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (bpc2)