China Serius Ingin ‘Bunuh’ Mata Uang Kripto

Jumat, 19 November 2021 20:05
China Serius Ingin ‘Bunuh’ Mata Uang Kripto
Ilustrasi uang kropto

BERTUAHPOS.COM —- Pemerintah China benar-benar serius ingin ‘membunuh’ mata uang kripto dari negaranya. Bahkan, langkah terbaru yang diambil oleh Pemerintah China sempat menekan harga Bitcoin yang sebelumnya melambung tinggi.

CNN International melaporkan, otoritas China menggencarkan razia tambang kripto dan menyebutnya praktik yang sangat merusak dan mengancam usaha negara itu untuk menurunkan emisi karbon. Penambangan uang kripto memang memakan energi yang sangat besar.

Juru bicara National Development and Reform Commission (NDRC), Meng Wei, dalam konferensi pers menyebut tambang Bitcoin memakan begitu banyak energi dan menghasilkan emisi karbon yang tinggi, sebagaimana dikutip dari detikcom.

Maka pihaknya selaku pengatur ekonomi China akan melancarkan razia dalam skala penuh terhadap penambangan Bitcoin komersial maupun yang melibatkan bisnis milik negara. Ia menyatakan industri ini berisiko besar dan tidak ada aturan.

Baca: BLT Bagi Warga Kurang Mampu Terpapar Covid-19, Sekdako Pekanbaru: Sesuai Kemampuan Daerah

Mereka akan menaikkan harga listrik pada institusi manapun yang terbukti berpartisipasi menambang Bitcoin. Kemudian diberitakan pula bahwa situs berita Bitcoin di China seperti ChainNews dan Odaily kena blokir.

Kecaman keras dari China itu membuat harga Bitcoin sempat turun 7% sebelum stabil kembali. Sebelumnya, pemerintah Negeri Tirai Bambu sudah menyatakan bahwa semua transaksi yang berhubungan dengan uang kripto adalah ilegal.

China menyebut semua aktivitas bisnis yang menggunakan uang kripto tidak legal. “Semua kripto bukan kompensasi legal dan tidak seharusnya dan juga tidak bisa digunakan di pasar sebagai uang,” demikian kurang lebih pernyataan mereka.

Menurut otoritas China, uang kripto kerap digunakan dalam aktivitas kriminal termasuk penipuan, skema piramida, pencucian uang dan lainnya. China juga telah merazia besar-besaran tambang Bitcoin sehingga negara itu tidak lagi menjadi pusat tambang Bitcoin terbesar. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 02 Desember 2021 19:23

2 Korban Dilaporkan Meninggal dalam Insiden Kebakaran Gedung Cyber 1

Dua korban meninggal adalah pengunjung gedung

Kamis, 02 Desember 2021 18:06

Al-Azhar Kecam Serbuan Israel di Mesjid Ibrahimi

Serangan itu merupakan tindakan terang-terangan terhadap kesucian Islam.

Kamis, 02 Desember 2021 17:24

Obat Alami Untuk Leher yang Kaku dan Tegang

Terlalu lama duduk di depan laptop, atau tidur dengan posisi yang salah bisa membuat leher terasa kaku dan sakit

Kamis, 02 Desember 2021 17:14

Matangkan Pembukaan S2 Manajemen Dakwah, FDK UIN Suska Riau Studi ke Fidkom UIN Syahid

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) menggesa pembukaan program studi magister (S2).

Kamis, 02 Desember 2021 16:30

KS Tiga Naga Degradasi, CEO Klub Minta Pemain Bertahan

CEO KS Tiga Naga, Rudi Sinaga meminta pemainnya untuk tetap bertahan, walau musim depan mereka akan berlaga di Liga 3.

Kamis, 02 Desember 2021 16:20

Tips Cara Gampang Terhindar Dari Sakit Batu Ginjal

Tak ada siapa pun yang ingin terkena penyakit, apalagi jenis sakit yang menyerang organ vital dalam tubuh seperti batu ginjal.

Kamis, 02 Desember 2021 15:33

Persembahan Spesial Hotel Khas Pekanbaru, Minuman Laksamana Mengamuk

Hotel Khas Pekanbaru memiliki persembahan istimewa, minuman khas Melayu Riau, Laksamana Mengamuk.

Kamis, 02 Desember 2021 15:28

Matangkan Rencana Politik, 3 Syarat Maju Pilpres 2024 Menurut Ridwan Kamil

Ridwan Kamil—Gubernur Jawa Barat ungkap rencana politiknya dalam beberapa tahun ke depan.

Kamis, 02 Desember 2021 14:37

Di City, Pep Guardiola Kalahkan Rekor Sir Alex Ferguson

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memecahkan rekor kemenangan milik Sir Alex Ferguson di Manchester United (MU).

Kamis, 02 Desember 2021 13:10

Soal Kekosongan Jabatan Kadiskes, Syamsuar Pastikan Tak Ganggu Penanganan Covid-19

“Kami pastinya penanganan covid-19 akan tetap berjalan seperti biasanya.”