• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Zulher: Perpres 39 Bikin Petani Tergantung dengan Investor

Tim Redaksi by Tim Redaksi
9 Juni 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Peraturan Presiden (Perpres) nomor 39 tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 April 2014 menyebutkan investasi asing menjadi semakin dominan di sektor pertanian dan perkebunan. Hasil keputusan ini mendapat kritikan dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs H Zulher MS.


Kepada betuahpos.com, Senin (9/6/2014), Zulher mengungkapkan kebijakan ini sangat kontradiktif dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan peranan para petani.  Dan justru akan sangat merugikan petani kecil.


“Di dalam perpres tersebut disebutkan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) diberikan kelonggaran di berbagai bidang yang bersentuhan dengan mata pencaharian masyarakat kecil. Bahkan disebutkan perusahaan PMA dapat memiliki saham hingga 95 persen di suatu perusahaan subsektor perkebunan,” ujarnya.


Ir menyayangkan keputusan tersebut karena sangat memberi peluang kepada PMA untuk menguasai subsektor perkebunan yang selama ini identik dengan ekonomi kerakyatan. 


“Setelah pemberlakuan UU Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2007, Perpres 39 tahun 2014 akan membuka  ruang  seluas-luasnya bagi investor asing untuk usaha bidang perkebunan dan pertanian yang tentunya berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak. Skema ini akan membuat ketergantungan pengusaha kecil/menegah dan petani (rakyat) kepada investor yang lebih besar ataupun investor asing,” ungkapnya.


Dia pun meminta agar pemerintah pusat meninjau dan menyesuaikan kembali Perpres tersebut agar dapat meningkatkan daya saing petani dan pengusaha lokal.


Menurut Zulher, Perkebunan selama ini memiliki dua kawasan bisnis strategis yaitu perkebunan (hulu) dan pengolahan hasil perkebunan (hilir). Dia berpendapat bahwa jika hilirisasi produk-produk perkebunan diberi kesempatan kepada pihak PMA tidak masalah Karena dengan hilirisasi ini dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing produk-produk perkebunan.


Seperti tanaman kelapa sawit, selama ini produk hilir tanaman kelapa sawit hanya minyak goreng, sabun dan margarin. Namun dengan hilirisasi dan diversifikasi bisa menjadi jenis produk lainnya. Artinya itu akan membantu penambahan peluang pasar dan konsumen produk-produk dari perkebunan.


“Untuk diversifikasi dan hilirisasi produk perkebunan itu tidak masalah karena terkadang pengusaha dalam negeri terkendala kepada kepemilikan modal, penguasaan teknologi hingga SDM dan pasar. Namun jangan sampai penguasaan PMA itu menyentuh hingga ke kepemilikan kebun. Tentu itu dapat mengancam peluang petani kecil untuk mengembangkan usahanya” paparnya.(syawal)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau
Ekonomi

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

...

Read moreDetails
BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Kredit Korporasi Naik 22,10 Persen, UMKM Ikut Menggeliat 1,62 Persen. Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

JAECOO J7 PHEV, SUV Gabungan Tenaga Motor Listrik dan Bensin dengan Teknologi Canggih

JAECOO J7 PHEV, SUV Gabungan Tenaga Motor Listrik dan Bensin dengan Teknologi Canggih

Next Post

Rela Lepas PNS Demi Kembangkan Bisnis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.