Unilever Dukung LGBTQI, “Keragaman Bikin Kita Lebih Kuat”

Kamis, 25 Juni 2020 14:23
Unilever Dukung LGBTQI, “Keragaman Bikin Kita Lebih Kuat”
Logo Unilever memakai warna pride sebagai bentuk dukungan perusahaan kepada LGBTQ. (Foto : Screenshot Instagram @unilever)

BERTUAHPOS.COM — Unilever dukung LGBTQI? Iya. Dukungan itu telah dinyatakan secara resmi oleh pihak perusahaan nasional itu secara terbuka kepada publik dunia.

Pihak perusahaan menyatakan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dukung LGBTQI. Perusahaan ini juga meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini.

“Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,” tulis Unilever dalam unggahan di akun Instagram @unilever resmi mereka.

Siakap Unilever dukung LGBTQ tersebut turut menarik perhatian dari warganet terutama di Indonesia. Netizen menyatakan sama sekali tidak mendukung langkah yang diambil Unilever. Bahkan menyatakan akan memboikot produk Unilever.

Baca: Negara-Negara Paling Boros Energi

Sejak berdiri pada 5 Desember 1933, Unilever adalah salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang sangat terkenal di Indonesia.

Produk-produk mereka seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Royco, Bango, dan lain-lain menjadi produk yang sangat dikenal di Indonesia.

Unilever dukung LGBTQI

Screenshot pernyataan dukungan Unilever memberikan dukungan kepada LGBTQI. (Foto : Instagram @unilever)

Dalam unggahan itu, pihak Unilever memberikan alasan mengapa mereka mendukung LGBTQ. “Kami berkomitmen untuk membuat kolega LGBTQI+ bangga pada kami karena mereka,” tulis perusahaan itu pada akun resmi di Instagram dalam bahasa Inggris.

“Itulah sebabnya kami mengambil tindakan bulan kebanggaan ini,” dengan:

  • Menandatangani Deklarasi Amsterdam untuk memastikan semua orang di Unilever memiliki akses ke tempat kerja yang benar-benar inklusif.
  • Bergabung dengan Open Open for Business untuk menunjukkan bahwa kita berarti bisnis pada inklusi LBTQI+ sebagai bagian dari koalisi global.
  • Meminta Stonewall untuk mengaudit kebijakan dan tolak ukur bagaimana kemajuan kita pada tindakan-tindakan kita.
(bpc3)