Riau Buka Ruang untuk Swasta Kelola Batubara Kalori Rendah

Jumat, 15 Januari 2021 15:30
Riau Buka Ruang untuk Swasta Kelola Batubara Kalori Rendah
Riau Buka Ruang untuk Swasta Kelola Batubara Kalori Rendah.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau membuka ruang kepada pihak swasta untuk menggarap potensi batubara berkalori rendah.

Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Indra Agus Lukman, potensi itu cukup besar di Riau. Batubara dengan kalori rendah bisa dimanfaatkan menjadi Dimethyl Ether (DME) pengganti LPG. 

Advertisement

“Riau memiliki potensi batubara berkalori rendah cukup besar bila ingin digarap dengan serius untuk dijadikan sebagai bahan substitusi LPG. Kami membuka ruang kepada investor jika memang tertarik,” katanya, Jumat, 15 Januari 2021. 

Dia mengatakan, di Riau ada dua daerah yang memiliki potensi batubara berkalori rendah untuk digarap, yakni di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi. 

Baca: Manajemen Bank Riau Kepri Enggan Tanggapi Gaji/Honorarium Dewan Komisaris Yang Diduga Melanggar Aturan

BACA JUGA:  Target Pendapatan Negara Bukan Pajak dari Batubara Riau Menurun Drastis

Batubara dengan kalori rendah memang cocok untuk disubstitusi jadi DME, karena low kalori. Para investor bisa membangun pabrik sendiri, hanya saja, kata Indra, pihaknya akan melobi PGN untuk pemasaran hasil produksi.

Dia menambahkan, dari hasil kajian, di Indragiri Hulu misalnya, cadangan batubara berkalori rendah diperkirakan mencapai 5 miliar metrik ton. “Kalau yang terukur, bisa untuk 64 tahun,” ujarnya. 

Sementara di Kabupaten Kuantan Singingi,  cadangan batubara berkalori rendah, terdapat di daerah Cerenti. 

“Jadi kita bisa saja gandeng swasta dengan IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang di sana. Cuma mau nggak PGN menerima untuk pembelian energinya. Karena monopoli penjualannya itu kan ada di PGN. Itu sedang kami bicarakan,” tuturnya. 

Indra juga mengatakan, sebelumnya memang sudah ada sejumlah perusahaan yang berkolaborasi untuk menggarap proyek tersebut. Yakni, Pertamina, PT Tambang Bukit Asam dan Air Consultan, perusahaan asal Amerika.

Namun, atas pertimbangan lain, perusahaan tersebut lebih dulu menggarap  untuk wilayah kerja Sumatera Selatan (Sumsel). (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 07 Maret 2021 17:38

Kasus Mafia Vaksin Covid-19 Palsu Dunia Terbongkar

Polisi menangkap empat tersangka.

Minggu, 07 Maret 2021 16:30

KPAI Sebut Banyak Siswa Putus Sekolah Akibat Pandemi Covid-19

“Secara data KPAI ada dua siswa yang meninggal selama semester genap tahun ajaran 2020/2021.”

Minggu, 07 Maret 2021 15:34

113 Izin Alih Fungsi Blok Rokan Dikebut Jelang Agustus 2021

Jelang alih kelola Blok Rokan

Minggu, 07 Maret 2021 15:03

The Magic of Thinking Big, Buku Terbaik Sepanjang Masa

Buku Terbaik Sepanjang Masa, Rekomendasi

Minggu, 07 Maret 2021 14:53

Noto Soeroto, Anomali Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Dalam konsep pikiran Noto, yang harus dicapai adalah Kerajaan Belanda Raya, dengan negara induk (Belanda) dan koloni-koloninya membentuk politik kolonial ideal

Minggu, 07 Maret 2021 14:32

BSI Dorong UMKM di Riau Melek QRIS, Transaksi Digital Bakal Jadi Gaya Hidup

Transaksi digital dengan QRIS

Minggu, 07 Maret 2021 12:30

Pandangan Rocky Gerung Bagaimana Elektabilitas AHY Bangkit Usai ‘Kudeta’

“Saya kira justru itu akan menaikkan simpati pada AHY.”

Minggu, 07 Maret 2021 11:30

Tim TKMS Ajukan Proposal dan Beberkan Sederet Kecanggihan Kapal Selam Tipe 214 Buatan Jerman

Kapal selam diesel-listrik (SSK) tipe 214.