Perusahaan Punya Sumber Daya, Ini Kata Apindo Riau Soal New Normal

Selasa, 02 Juni 2020 10:20
Perusahaan Punya Sumber Daya, Ini Kata Apindo Riau Soal New Normal

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau menyatakan bahwa perusahaan member Apindo di Riau sejak awal sudah siap untuk melaksanakan new normal sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Ketua Aprindo Riau, Wijatmoko Rah Trisno memastikan sejak awal budaya di lingkungan kerja sudah berubah saat wabah ini menerpa. Sebab pihak perusahaan pastinya akan berusaha meminimalisir risiko yang dimunculkan akibat COVID-19.

“Kalau di perusahaan sudah pasti mengharuskan kepada karyawannya untuk patuh pada protokol kesehatan. Kita semua harus membiasakan diri dengan kehidupan kita yang baru. Perusahaan di Riau (member Apindo) sejak awal sudah sangat siap untuk menerapkan itu sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Wijayanto saat di hubungi bertuahpos.com, Selasa, 02 Juni 2020.

Dia menambahkan, dalam budaya perusahaan penerbangan new normal bisa diperkuat dengan ketentuan aturan perusahaan sehingga para karyawan mau atau tidak wajib mengikuti ketentuan itu. Namun yang perlu dikhawatirkan adalah penerapan kehidupan normal baru di tengah masyarakat, sebab jika tidak sedikit banyak tentu akan berdampak pada kondisi bisnis perusahaan.

Baca: Kadis ESDM Riau: Kami Juga Mau Kelola Blok Rokan

Misalnya, pada saat wabah ini menjangkiti banyak orang sehingga masyarakat takut atau terbatas untuk beraktivitas, maka usaha-usaha mulai dari skala kecil hingga besar (perusahaan) akan terganggu, terutama dari sisi produksi dan pemasaran.

“Oleh sebab itu dia berharap pemerintah terus menyadarkan masyarakat agar disiplin dan prokol kesehatan dan masyarakat kami harap patuh pada protokol kesehatan,” harapnya.

Wijatmoko menjamin, pemerintah tidak berlu khawatir terhadap kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di lingkungan perusahaan. “Perusahaan punya sumber daya untuk memastikan nggak ada yang terjangkit (COVID-19) di lingkungan perusahaan. Tapi persoalannya sekarang di masyarakat. New normal kami perkirakan cukup lama,” sebutnya. (bpc3)