• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Iuran Tapera 0,5% jadi Beban Dunia Usaha Selain BPJS JHT, Serikat Pekerja Juga Angkat Suara

Kebijakan ini dianggap memberatkan kedua belah pihak di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Juni 2024
iuran tapera

Pekerja bangunan (Foto: Ilustrasi/Pixabay

110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Kalangan pengusaha dan serikat pekerja menyatakan penolakan keras terhadap kebijakan iuran wajib Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Kebijakan ini dianggap memberatkan kedua belah pihak di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, menyatakan bahwa iuran Tapera sebesar 0,5% akan menambah beban yang sudah berat bagi dunia usaha. 

“Saat ini, perusahaan telah menanggung beban pungutan antara 18,24% hingga 19,74% dari iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Jaminan Hari Tua (JHT), dan jaminan lainnya,” ujar Shinta dalam konferensi pers, Jumat, 31 Mei 2024.

Menurut Shinta, penambahan iuran Tapera akan memperburuk kondisi dunia usaha yang sedang mengalami pelemahan permintaan pasar.

“Dengan kondisi saat ini, tambahan beban ini akan semakin memberatkan,” tambahnya.

Senada dengan Shinta, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, juga menyuarakan keberatan dari sisi pekerja.

Elly menyatakan bahwa kenaikan upah minimum regional yang hanya sekitar 3% tidak sebanding dengan beban iuran yang harus ditanggung pekerja.

“Jika gaji di Jawa sebesar Rp2 juta, kenaikan 3% hanya menambah Rp60 ribu. Dengan iuran 2,5%, daya beli dan tanggung jawab pekerja untuk keluarga pasti terancam,” kata Elly.

Elly juga menyoroti bahwa iuran Tapera bisa menjadi alasan bagi pengusaha untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Pengusaha mungkin akan mulai menutup pabrik karena tidak sanggup membayar iuran tambahan ini,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah resmi menerbitkan regulasi baru terkait iuran Tapera bagi seluruh pekerja.

Ketentuan ini diundangkan pada 20 Mei 2024 dalam Peraturan Pemerintah No. 21/2024 yang merupakan perubahan atas PP No. 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

Dalam Pasal 15 ayat (1) regulasi tersebut disebutkan bahwa besaran simpanan peserta ditetapkan sebesar 3% dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan penghasilan untuk peserta pekerja mandiri. Ayat (2) menyebutkan, “Besaran simpanan peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk peserta pekerja ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5% dan pekerja sebesar 2,5%.”

***

Tags: ApindoPekerjapengusahaTapera
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Aturan Kemasan Rokok Polos Ancam Industri Legal, Apindo Minta Moratorium
Ekonomi

Aturan Kemasan Rokok Polos Ancam Industri Legal, Apindo Minta Moratorium

...

Read moreDetails
BI Masih Punya Ruang Pangkas Suku Bunga Lanjutan di Semester II 2025

Suku Bunga BI Naik Jadi 5,5%, Apindo Peringatkan Risiko Pembiayaan Kredit bagi UMKM dan Properti

Demo Mahasiswa Riau, APINDO Dorong Pemda Buka Ruang Dialog

Demo Mahasiswa Riau, APINDO Dorong Pemda Buka Ruang Dialog

Rp29,97 Triliun Pajak Berhasil Dikumpulkan dari Sektor Ekonomi Digital

Perusahaan Terancam Kena Sanksi Jika Tak Terapkan UMP, Apindo Dorong Pemerintah Utamakan Pembinaan daripada Sanksi

Pekerja Perusahaan

Sepanjang 2024, Ratusan Kasus Perselisihan Pekerja dengan Perusahaan Masuk ke Disnakertrans Riau

Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

Next Post
Riau Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi di Beberapa Wilayah

Hujan Petir Diprediksi Mengguyur Riau, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.