COVID-19: Corona “Menampar” Ekonomi Nelayan, Pemda Bisa Apa?

Rabu, 08 April 2020 10:48

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Nelayan menjadi salah satu sektor yang diyakini akan sangat merasakan dampak dari mewabahnya virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antam Novambar kepada Pemprov Riau saat melakukan rapat secara online di Gedung Daerah, Pekanbaru, pada Selasa, 07 April 2020.

“Nelayan tetap mencari ikan, namun daya beli masyarakat yang menurun drastis,” ujar Antam. “Produksi ikan terus bertambah sedangkan daya beli masyarakat menurun, jika ikan tidak dibeli maka nelayan tidak bisa membeli beras,” ungkapnya.

Apa yang disampaikan Antam tidak lain hanyalah sedikit gambaran kepada pemerintah daerah, untuk bergerak lebih jauh serta mengingatkan agar Pemprov Riau tidak meluputkan perhatiannya pada sektor perikanan. Apalagi di Riau sangat banyak warga yang menggantungka ekonomi keluarga mereka dengan mencari ikan dan menjualnya di pasar tradisional.

Menurut Antam, Pemda harus sadar, bukan sikap atau ungkapan keprihatinan seperti berbelasungkawa berlebihan kepada para nelayan dengan kondisi seperti ini. Bahkan dalam situasi terburuk sekalipun Pemda sebenarnya bisa bangkit dari duduk untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam upaya penyelamatan ekonomi nelayan.

Baca: Cuaca Buruk Bikin Harga Ikan Meroket di Palu

Dia mengusulkan, Pemda bisa mendukung ekonomi nelayan dengan memasukkan produk perikanan dalam program perlindungan sosial ke masyarakat. Bisa saja dengan melakukan stok ikan di cold storage, untuk menjaga ketahanan pangan nasional serta mengoptimalisasikan penerapan sistem resi gudang. Langkah lain, mungkin membantu sarana produksi dan suplai hasil perikanan, lalu jual lah ikan itu secara daring (online).

Pertolongan lainnya yang bisa dilakukan Pemda, menurut Antam, yakni dengan memberikan kemudahan pinjaman usaha kepada nelayan melalui perbankan milik daerah, lalu nelayan dipermudah untin restrukturisasi

“Terus lakukan pemantauan terhadap kelautan, jangan sampai karena sibuk menangani wabah ini, ikan-ikan kita dicuri, ini tentu akan mengakibatkan kita mengalami kerugian besar,” tegasnya (bpc3)