Sekilas Sejarah Mesjid Raya Sultan Riau yang Dibuat dengan Perekat Putih Telur

Kamis, 14 Oktober 2021 17:48
Sekilas Sejarah Mesjid Raya Sultan Riau yang Dibuat dengan Perekat Putih Telur
Mesjid Raya Pulau Penyengat (Foto: Net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kesultanan Riau menyimpan banyak jejak sejarah yang belum semuanya terungkap. Salah satu yang cukup populer hingga kini, yakni sebuah mesjid bercat kuning di Pulau Penyengat, Kepri yang terbuat dari perekat putih telur.

Inilah salah satu peninggalan sejarah dari Kesultanan Riau, Lingga. Namanya Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, telah berdiri sejak tahun 1832. Masjid ini dibangun saat Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman memerintah. 

Pada awalnya, dinding masjid masih berupa kayu. masyarakat Penyengat diminta untuk menyumbang dana dan tenaga agar bisa memperbaiki masjid ini mengganti dinding bangunan dengan beton.

Baca: Video: Luar Biasa! Inilah Keindahan Pulau Beting Aceh di Rupat Utara

Dari sumbangan para warga tersebut, banyak yang menyumbang telur mentah. Bahkan saking banyaknya telur tersebut, para pekerja lantas memanfaatkan putih telur sebagai bahan perekat yang dicampur dengan semen dan batu. Pasalnya di daerah mereka, putih telur memang lazim digunakan untuk bahan perekat.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki total 17 kubah masjid. Ada 10 kubah berbentuk bulat di bagian tengah, lalu tiga kubah berbentuk persegi, dan empat kubah menara. Menurut Tilla, kubah-kubah ini melambangkan jumlah total rakaat dalam shalat wajib.

Bangunan masjid ini terlihat megah walau bergaya cukup kuno. Dari depan terlihat tangga menuju halaman masjid yang cukup luas. Di sebelah kanan dan kiri masjid ada bangunan unik berbentuk rumah persegi kecil. 

(Milla, Qowi, Andre, Ilham)