• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

4 Rekomendasi WALHI Riau Hasil Kajian Konflik PSN Eco-City Pulau Rempang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Juli 2024
Pulau Rempang

Peta Pulau Rempang (Foto: Google Map)

139
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – “Kronik PSN Rempang Eco-City, Kontroversi Investasi Tiongkok, dan Resistensi Masyarakat Rempang,” sebuah kajian yang dikeluarkan oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Riau, telah diluncurkan pada Selasa, 9 Juli 2024.

Kajian ini membahas situasi dan sejarah konflik terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Rempang. Peluncuran dihadiri oleh masyarakat Kampung Melayu Tua, lokasi tahap I proyek tersebut. Hasil kajian ini dipaparkan oleh Even Sembiring, Direktur Eksekutif WALHI Riau; bersama Rosni, pejuang dari Kampung Melayu Tua.

Even menjelaskan ada 5 poin utama yang perlu menjadi perhatian dalam kajian ini. Mulai dari sejarah, hingga perubahan sikap masyarakat setempat.

Menurutnya, sejarah Pulau Rempang memang bukan pulau kosong. Terbukti dari sejarah panjangnya sebelum kemerdekaan hingga integrasinya ke Indonesia.

“Ancaman terhadap Rempang dimulai setelah Keputusan Presiden No. 28/1992 yang memasukkan Rempang ke wilayah kerja daerah industri Pulau Batam,” katanya.

Poin kedua, soal transformasi proyek. Proyek pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Pulau Rempang berubah menjadi proyek Rempang Eco-city, yang kemudian ditetapkan sebagai PSN. Perubahan ini juga berdampak pada perubahan master plan dan insentif.

Ketiga, investasi Xinyi dari Tiongkok diduga dipengaruhi oleh janji investasi sebesar US$ 11,5 miliar dari Xinyi, perusahaan asal Tiongkok. “Kamu melihat ada banyak banyak kebohongan terkait perusahaan ini, termasuk klaim sebagai perusahaan kaca terbesar nomor dua di dunia dan kegagalannya dalam proyek di tempat lain,” kata Even.

Adapun poin keempat, soal represifitas PSN Rempang Eco-City yang mana proses sosialisasi, kriminalisasi, dan represifitas terjadi, termasuk insiden 7 September yang mengubah Rempang menjadi seperti daerah operasi militer.

Kelima, perubahan sikap masyarakat, dari awalnya hanya menolak relokasi dan meminta ganti rugi yang adil, kini masyarakat menolak sepenuhnya PSN Rempang Eco-City.

Sementara itu, Rosni mengatakan hanya sekitar 20% kepala keluarga yang setuju dengan relokasi tahap I, sebagian besar adalah ASN, pegawai PT MEG, BP Batam, atau pendatang yang sebenarnya tidak memiliki tanah di Rempang.

Menurut pandangan Sopandi, advokat Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, justru lebih menyoroti hubungan aksi solidaritas pada 11 September 2023 dengan tuntutan pembebasan masyarakat yang ditangkap pada 7 September, dan mengkritik proses hukum yang tidak memperhatikan perjuangan masyarakat.

Adapun konsep hak pengelolaan yang seharusnya diberikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat adat. Ia juga menyoroti penyalahgunaan hak ini oleh badan publik bisnis dan dampak UU Cipta Kerja, menurut Iwan Nurdin dari Majelis Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

“Investasi Tiongkok di Indonesia, yang seringkali tidak memperhatikan standar lingkungan dan sosial. Investasi ini hanya memerlukan persetujuan penguasa atau pemerintah untuk berjalan,” kata Dwi Sawung, Eksekutif Nasional WALHI

Rekomendasi WALHI Riau

Kajian WALHI Riau menghasilkan empat rekomendasi utama; pertama, Presiden Joko Widodo harus memenuhi janji politiknya untuk sertifikasi kampung tua di Kota Batam, termasuk Pulau Rempang.

Kedua, penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam akibat PSN Rempang Eco-City melalui evaluasi proyek, landreform yang berkeadilan, perlindungan ekosistem laut, dan evaluasi Badan Pengusahaan Batam.

Ketiga, Komnas HAM menindaklanjuti rekomendasinya terkait dugaan pelanggaran HAM pada peristiwa 7 September 2023. Keempat, Ombudsman RI memastikan tindak lanjut atas rekomendasinya kepada BP Batam dan pihak terkait untuk mengevaluasi PSN Rempang Eco-City dan mengoreksi maladministrasi yang terjadi.

Acara peluncuran kajian ini ditutup dengan pesan dari masyarakat Rempang dan perwakilan LBH Mawar Saron yang menyatakan kekecewaan terhadap BP Batam dan meminta kepastian data persetujuan relokasi.***

Tags: BatamkepriPulau Rempang
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Batam Bisa Menjadi "Dubai Kecil" di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 
Berita Pilihan

Batam Bisa Menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

...

Read moreDetails
5 Tempat Wisata Menarik di Batam, Ada yang Harga Tiketnya Cuma Rp10 Ribu

5 Tempat Wisata Menarik di Batam, Ada yang Harga Tiketnya Cuma Rp10 Ribu

BRK Syariah dan Pemko Batam Jalin Kerja Sama Subsidi Margin untuk Pelaku Usaha Mikro

Batam Kecipratan Untung di Balik Melemahnya Ekonomi Singapura

Batam Kecipratan Untung di Balik Melemahnya Ekonomi Singapura

57 Narapidana High Risk Kepri Dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan

57 Narapidana High Risk Kepri Dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan

Bakamla RI Amankan Kapal Selundupan Bawang Merah di Perairan Pulau Galang

Bakamla RI Amankan Kapal Selundupan Bawang Merah di Perairan Pulau Galang

Next Post
harga emas antam 1 gram

Harga Emas Antam Turun Signifikan hingga Rp9.000

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.