• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Suara Orang Muda Riau Menolak untuk Melupakan Tragedi Rempang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 September 2024
Suara Orang Muda Riau Menolak untuk Melupakan Tragedi Rempang
123
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Orang-orang muda di Riau menolak untuk melupakan tragedi Pulau Rempang demi PSN Rempang Eco-City. Upaya menolak lupa itu dilakukan dalam bentuk aksi demonstrasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil Riau di depan kantor Gubernur Riau.

Selain menolak lupa, aksi ini dimaksud bentuk solidaritas terhadap masyarakat Rempang yang terus menghadapi ancaman penggusuran.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada bentrokan yang terjadi pada 7 September 2023 di Jembatan 4 Barelang, ketika rencana pematokan tanah untuk proyek Rempang Eco-City memicu ketegangan.

Tragedi tersebut menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Oleh karena itu, Koalisi Masyarakat Sipil Riau mendesak pemerintah untuk segera membatalkan proyek PSN Rempang Eco-City.

Aksi tersebut diprakarsai oleh kelompok-kelompok muda di Riau yang bersolidaritas dengan perjuangan masyarakat Pulau Rempang.

Mereka berjuang untuk mempertahankan tanah adat, warisan budaya, serta kekayaan laut dan darat yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Aksi dimulai dengan long march dari Perpustakaan Wilayah Soeman HS menuju kantor Gubernur Riau. 

Selanjutnya, massa aksi menyebar ke empat titik sambil membentangkan spanduk dan poster yang berisi pesan-pesan perjuangan, seperti “Masih Ingat Rempang? Kampung Melayu Tua yang Masih Menghadapi Ancaman Penggusuran dan Intimidasi Aparat Keamanan” dan “Save Kampung Tua Melayu Pulau Rempang, Sahkan RUU Masyarakat Adat.”

Ellya, perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil Riau, menyatakan bahwa peristiwa 7 dan 11 September lalu merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap penggusuran.

Namun, tindakan tersebut justru direspon dengan kekerasan dan kriminalisasi oleh aparat penegak hukum.

“Kami menolak untuk melupakan tragedi kemanusiaan di Pulau Rempang. Tragedi ini mencerminkan penyalahgunaan kekuasaan oleh negara. Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, terutama di Riau, untuk mendesak pemerintah membatalkan PSN Rempang Eco-City dan menghentikan penggunaan militer dalam menyelesaikan konflik di Rempang maupun di seluruh Indonesia,” ujar Ellya.

Imam, salah satu peserta aksi, menyatakan bahwa PSN Rempang Eco-City telah menjadi pemicu konflik agraria.

Menurutnya, negara justru meliberalisasi sumber agraria dengan bekerja sama dengan elit bisnis, sehingga masyarakat Rempang tidak dihitung sebagai elemen dalam pembangunan.

“Sejak awal, Presiden Jokowi hanya menabur janji manis untuk melegalkan Kampung Tua Melayu di Pulau Rempang, tetapi pada kenyataannya, hak-hak masyarakat diabaikan,” tegas Imam.

Ia juga menambahkan bahwa situasi di Pulau Rempang menunjukkan bahwa pemerintah cenderung mengesampingkan aspek kemanusiaan dan hak asasi manusia demi kepentingan ekonomi.

Aksi solidaritas ini diakhiri dengan doa bersama, yang ditujukan untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat Pulau Rempang agar terhindar dari ancaman penggusuran.

Selain itu, Koalisi Masyarakat Sipil Riau juga menyerukan agar pemerintah segera membatalkan proyek PSN Rempang Eco-City dan memberikan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola wilayah mereka.***

Tags: lingkunganPulau Rempang
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang
Berita Pilihan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

...

Read moreDetails
Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Mengenal Alam Lebih Dekat, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Diajak Berkeling Hutan Adat Desa Terantang Manuk

Mengenal Alam Lebih Dekat, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Diajak Berkeling Hutan Adat Desa Terantang Manuk

Next Post

DPRD Rohil Paripurna Penyampaian Rancangan Perubahan KUA PPAS 2024

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.