• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Satgas Penanganan PMK Riau Tidak Melibatkan Asosiasi Dokter Hewan dan Pengusaha Obat-Obatan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Juni 2022
pedagang sapi kurban, kebutuhan hewan kurban

Pedagang sapi kurban.

107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Asosiasi dokter hewan dan asosiasi pengusaha obat-obatan tidak dilibatkan dalam Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Riau. Seharusnya pihak-pihak tersebut dilibatkan, agar upaya penanganan yang melibatkan tim terpadu itu lebih maksimal.

Hal ini diakui oleh Tim Satgas Penanganan PMK Riau Edy Afrizal, yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. “Memang Tim Satgas kita ada kekurangan, dengan tidak memasukkan asosiasi dokter hewan dan pengusaha obat-obatan,” katanya saat ditemui Bertuahpos.com, Jumat, 24 Juni 2022.

Meski demikian, kata Edy, ke depan tim Satgas ini masih akan dilakukan penyesuaian. Dengan kata lain, seiring dengan proses berjalan pihak-pihak ini dan lainnya akan dimasukkan dalam tim Satgas sesuai kebutuhan.

Sebagaimana diketahui, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau menyatakan saat ini ada enam kabupaten di Riau yang sudah masuk zona merah, atau sudah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi ternak. 

Kepala Dinas PKH Riau Herman menjelaskan saat ini yang terbaru adalah kasus positif penyakit PMK ditemukan di Kabupaten Indragiri Hulu. Adapun keenam kabupaten/kota tersebut yakni Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kampar dan Inhu.

Adapun rinciannya, terjangkit sebanyak 53 ekor hewan ternak di Inhu, 26 ekor di Siak, 24 ekor di Indragiri Hilir, 100 ekor di Bengkalis, 16 di Kampar dan 6 di Inhu. “Dengan demikian total kasus sebanyak 225 ekor hewan ternak di Riau yang sudah terpapar PMK,” terangnya.

Dia mengakui memang sebelumnya ada laporan terkait sapi di Inhu yang diduga terpapar penyakit PMK. Kemudian petugas dinas terkait melakukan pengambilan sampel dan mengirimkan hasilnya ke laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi. 

Hasil uji menunjukkan sapi itu memang positif PMK, sehingga sampai kini ada enam kabupaten di Riau yang sudah terpapar penyakit hewan ternak tersebut. 

“Saat ini kami sudah meminta kepada petugas kesehatan hewan setempat di Indragiri Hulu, agar melakukan penanganan diperlukan guna mengantisipasi PMK tidak meluas ke wilayah lain,” ujarnya. 

Sementara itu dengan penanganan yang terus dilakukan terhadap sapi positif PMK, hingga kini ada sebanyak 84 ekor sapi yang telah sembuh. 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau Faralinda Sari mengatakan jumlah sapi yang sembuh mencapai 84 ekor tersebut, tersebar dari beberapa wilayah kabupaten di Riau. 

Diantaranya Rokan Hulu 5 ekor, kemudian Siak 5 ekor, Inhil 12 ekor, Kampar 14 ekor sapi, dan paling banyak di Bengkalis 48 ekor sapi yang sembuh dari PMK. “Alhamdulillah sudah banyak yang sembuh, total sudah 84 sapi yang sembuh dari PMK,” ujarnya. 

Kemudian sejak menyebarnya PMK di Riau, hingga kini baru ada 1 sapi yang mati karena PMK, yakni di Kabupaten Kampar. Meski sudah ditemukan ada yang mati, sapi yang terkena PMK di Riau masih bergejala ringan sampai sedang. Belum ditemukan ada yang bergejala berat hingga kuku terlepas. 

‎Saat ini kondisi sapi sapi yang dinyatakan sembuh tersebut kondisi kesehatan sudah membaik. Hasil pemeriksaan sampelnya pun sudah negatif. Namun sapi tersebut masih diisolasi karena meski sudah sembuh dan negatif, potensi penularannya masih bisa terjadi. 

“Masih kami lakukan isolasi dan belum bisa dilepasliarkan sebelum diberikan vaksin. Meskipun sudah negatif, potensi penularannya masih ada, karena virusnya kan masih ada, tapi untuk kondisi kesehatannya sudah membaik,” terangnya.***

Tags: asosiasi dokterdokter hewanhewan ternakPMK Riausapi ternakSatgas
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kasus PMK di Riau 758 Ekor, Berikut Penjelasannya
Regional

Kasus PMK di Riau 758 Ekor, Berikut Penjelasannya

...

Read moreDetails
Realisasi Vaksinasi Penyakit Hewan di Riau 2025 Capai 98,8%, Rabies dan SE Masih Rendah

Realisasi Vaksinasi Penyakit Hewan di Riau 2025 Capai 98,8%, Rabies dan SE Masih Rendah

Satgas Impor Ilegal

Satgas Impor Ilegal Kemendang Ditantang untuk Seret Oknum, ‘Jangan Cuma Hangat-hangat Aja’

Pj Gubri: Budaya Melayu Riau tak Seharusnya Dipandang dari Sudut Tradisional Semata

Berikut 5 Tugas Satgas yang Dibentuk Pj Gubri untuk Dukung Percepatan Target Produksi 1 Juta Barel Migas di WK Rokan

Rahasia sukses ternak ayam kampung

Rahasia Sukses Ternak Ayam Kampung, Bisa Jadi Peluang Usaha di Pekanbaru 

PMK Musim Hujan

Ingat ya Peternak, PMK Gampang Menyebar Saat Musim Hujan

Next Post
gelombang ketiga omicron

Perkembangan Kasus Covid-19 Diprediksi Tak Akan Ganggu Agenda Penting di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.