• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Peristiwa G30S/PKI Dimata Pengawal Soekarno

Romi J. by Romi J.
30 September 2021
138
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dalam beberapa sumber, Soekarno dituduh mengetahui dan terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Namun, mantan pengawal Soekarno, Maulwi Saelan membantah hal tersebut. Maulwi sendiri menjabat sebagai Wakil Komandan Tjakrabirawa, pasukan pengawal presiden.

Menurut Maulwi, siang hari pada 30 September 1965, Soekarno menghadiri Musyawarah Nasional Teknik (Munastek) di Istora Senayan. Maulwi sendiri bertanggungjawab dalam pengamanan, karena sang komandan, Sabur, sedang pergi ke Bandung.

Seusai acara, Maulwi mengantarkan Soekarno kembali ke Istana Negara. Maulwi kemudian pulang kerumahnya pukul 24.00.

Subuh, 1 Oktober 1965, pukul 05.10 selepas salat subuh, Maulwi mendapatkan telepon dari ajudan Soekarno, Kombes Sumirat. Sumirat melaporkan adanya peristiwa penembakan di rumah sejumlah jenderal, seperti rumah Menko Hankam/KASAB Jenderal Nasution dan sejumlah rumah jenderal TNI AD lainnya.

Tak lama, Sumirat kembali menelepon, dan mengabarkan di sekitar istana banyak pasukan yang tak dikenal.

Maulwi segera mencari keberadaan Soekarno, karena sang presiden tak berada di istana. Biasanya, jika tak berada di istana, Soekarno ada di Wisma Yaso, atau dirumah salah satu isterinya, Haryati yang ada di Grogol.

Soekarno tak ditemukan di Grogol. Saat ingin ke Wisma Yaso, datang sebuah jip dari DKP (Detasemen Kawal Pribadi) yang dilengkapi radio. Maulwi kemudian mencari tahu keberadaan Soekarno melalui radio dengan pengawal yang sedang bertugas.

Soekarno kemudian diketahui berada di iring-iringan mobil dan sedang menuju istana. Komandan DKP, Mangil yang bertanggungjawab dalam pengawalan tersebut.

Maulwi kemudian memerintahkan Mangil membawa Soekarno ke Grogol, rumah Haryati. Apalagi, ada laporan pasukan tak dikenal di sekitar Monas.

Akhirnya, pukul 07.00, Soekarno tiba di rumah Haryati. Maulwi melaporkan situasinya kepada presiden. Soekarno tampak kaget. “Wah, ik ben overrompeld (saya terguncang),” kata Soekarno.

Maulwi dan Mangil kemudian mengusahakan komunikasi dengan panglima tiga angkatan. Keduanya juga merundingkan tempat untuk mengamankan Soekarno.

Akhirnya, Lanud Halim Perdanakusuma dipilih untuk tempat evakuasi presiden. Apalagi, ada SOP yang mewajibkan pesawat kepresidenan selalu siap sedia.

Di Lanud Halim, presiden mencermati perkembangan situasi, dengan ditemani Mengpangau Laksamana Omar Dhani.

Kesaksian Maulwi menggugurkan seluruh tuduhan bahwa Soekarno mengetahui dan terlibat peristiwa G30S. Saat Soeharto berkuasa, Maulwi dipenjara tanpa pengadilan, dari berbagai sumber. (bpc4)

Tags: G30S/PKIpengawalpengawal soekarno
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 3 Oktober: Penemuan Mayat Jenderal Korban G30S/PKI

...

Read moreDetails

Kegiatan Soekarno 30 September Sampai 1 Oktober 1965

Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo ungkap Ada Parpol yang Menyekolahkan Kadernya ke Partai Komunis China

novel 30s/pki

5 Novel di Tanah Air Berlatar Belakang G30S/PKI

Masyarakat Mandailing Juga Protes, Jenderal AH Nasution Tak Masuk Kamus Sejarah Kemendikbud

Catatan Sejarah 3 Oktober: Mayat Jenderal Korban G30S/PKI Ditemukan

Next Post

Dibantai Benfica dan 0 Poin, Tagar #KoemanOut Trending

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.