• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Masyarakat Mandailing Juga Protes, Jenderal AH Nasution Tak Masuk Kamus Sejarah Kemendikbud

Romi J. by Romi J.
28 April 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Masyarakat Mandailing yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas (KMMPI) juga memprotes Kamus Sejarah Indonesia terbitan Kemendikbud.

Pasalnya, dalam kamus sejarah tersebut, nama Jenderal Abdul Haris (A.H) Nasution tak dimasukkan.

Padahal, menurut KMMPI, AH Nasution berperan penting menyelamatkan bangsa dari berbagai pemberontakan, seperti pemberontakan PKI di Madiun, RMS, DI/TII di berbagai daerah, PRRI/Permesta, dan G30S.

“Jenderal Besar Doktor Haji Abdul Haris Nasution, tokoh pengaman Pancasila, penyelamat bangsa dari berbagai macam pemberontakan pada masa awal bangsa ini didirikan,” bunyi rilis KMMPI, dikutip dari gelora.co, Rabu 28 April 2021.

Selain AH Nasution, KMMPI juga menuliskan bahwa kamus sejarah terbitan Kemendukbud tersebut tidak memasukan nama SM Amin, seorang tokoh Sumpah Pemuda 1928, pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara dan Riau, dan sekarang sudah diangkat jadi Pahlawan Nasional.

Kemudian, nama Zulkifli Lubis juga tidak masuk, orang dikenal sebagai Bapak Intelijen karena dianggap sebagai peletak dasar berdirinya Badan Intelijen di Indonesia.

“Kami menyampaikan agar Kemendikbud untuk meminta maaf, menarik segera buku tersebut dari peredaran, serta merevisi buku tersebut sesuai porsi yang seadil-adilnya bagi para pejuang dan tokoh bangsa,” tutup KMMPI. (bpc4)

Tags: AH NasutionG30S/PKIjenderal nasutionnasution
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 3 Oktober: Penemuan Mayat Jenderal Korban G30S/PKI

...

Read moreDetails

Kegiatan Soekarno 30 September Sampai 1 Oktober 1965

Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo ungkap Ada Parpol yang Menyekolahkan Kadernya ke Partai Komunis China

novel 30s/pki

5 Novel di Tanah Air Berlatar Belakang G30S/PKI

Peristiwa G30S/PKI Dimata Pengawal Soekarno

AH Nasution, Pahlawan Nasional yang Jujur dan Tegas, Hingga Akhir Hayat Tak Punya Rumah Pribadi

Next Post

AH Nasution, Pahlawan Nasional yang Jujur dan Tegas, Hingga Akhir Hayat Tak Punya Rumah Pribadi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.