Pemprov Riau Minta Bantu Rumah Oksigen, Ini Kata Apindo

Senin, 02 Agustus 2021 15:02
Pemprov Riau Minta Bantu Rumah Oksigen, Ini Kata Apindo
Ketua APINDO Riau Wijatmoko Rah Trisno. (Instagram @wijatmoko_rts)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Rapat rencana pembangunan rumah oksigen gotong royong, Senin, 2 Agustis 2021, melibatkan berbagai pihak, diantaranya Fokopimda termasuk perusahaan. 

Dalam pertemuan itu, Gubernur Riau Syamsuar dan Plt Sekdaprov Riau Masrul Kasmy memaparkan kebutuhan – kebutuhan fasilitas yang harus dipenuhi di rumah oksigen.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno menanggapi, di satu sisi keberadaan rumah oksigen memang sangat dibutuhkan di tengah tingginya angka kasus penyebaran Covid-19.

“Kami memahami urgensi adanya rumah oksigen di tengah tingginya angka kasus di Riau saat ini, khususnya di Pekanbaru,” katanya.

Baca: Temuan Komisi III di PT PER, Dapatkan Laba Dari Deposito, Jam 10 Sudah Istirahat

Dia menambahkan, membangun rumah oksiges saat ini merupakan langkah tepat. Terhadap bantuan dari Apindo untuk fasilitas kesehatan di rumah oksigen gotong royong, Wijat mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu kepada member – member mereka.

“Kami akan konsolidasikan dulu ke bawah, kepada member – member kita. Tadi kami juga sudah minta diprediksikan lagi angka – angka yang bisa kami bantu. Termasuk untuk fasilitas – fasilitas yang dibutuhkan di rumah oksigen,” tuturnya.

Pemprov Riau rencananya sudah akan memulai pembangunan rumah oksigen gotong royong di kawasan Lanud Roesmin Nurjadin. Rumah oksigen ini diperkirakan akan mampu menampung hingga 150 – 200 tempat tidur.

Dijelaskan Masrul Kasmy, rumah oksigen ini diperuntukan bagi pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan intensif. Dengan kata lain, pasien Covid-19 dengan berat sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan (oksigen), akan dirawat di sini.

Kehadiran rumah oksigen di Pekanbaru, juga diharapkan mampu mengurangi tingkat keterisian ruang ICU di rumah sakit, sehingga penanganan terhadap pasien Covid-19 dilakukan secara maksimal. (bpc2)