Cerita Penyintas Covid-19: Hilang Indera Pengecap, Hampir Cekcok dengan Isteri

Selasa, 15 Juni 2021 13:01
Cerita Penyintas Covid-19: Hilang Indera Pengecap, Hampir Cekcok dengan Isteri

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Jupri, seorang buruh berusia 37 tahun domisili Tangkerang, Pekanbaru, memiliki pengalaman unik saat dirinya terpapar Covid-19. Jupri mengatakan dirinya hampir saja cekcok dengan sang isteri, gara-gara dirinya kehilangan indera pengecap.

Rupanya, Jupri suka minuman manis, terutama teh manis. Setiap pagi, dia selalu meminta sang isteri membuatkan teh manis.

Namun, pagi itu, Jupri merasa emosinya tidak stabil. Dan saat meminum teh buatan sang isteri, ternyata teh tersebut terasa hambar.

Jupri naik pitam, dan segera ke dapur melabrak sang isteri. “Saya langsung bilang, ‘kalau gula habis bilang aja. Jangan nyindir – nyindir’,” ucap Jupri saat bercerita dengan bertuahpos.com beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Mau Umrah di Masa Pandemi? Berikut ini Aturannya

Baca: Data: Sudah Ratusan Tenaga Medis di Riau Positif Corona

Sang isteri merasa kebingungan. Pasalnya, dia sudah memasukkan gula dalam teh suaminya. Maka, diciciplah teh tersebut oleh sang isteri.

“Ini sudah manis kali, bang,” kata dia.

Jupri masih tidak percaya, karena masih merasa teh tersebut hambar. Tak hilang akal, sang isteri kemudian menambahkan dua sendok gula di depan Jupri.

Rupanya, meski sudah diberi begitu banyak gula, Jupri masih merasakan teh tersebut terasa hambar.

“Abang covid, ni. Sana lah swab, minimal Antigen,” sahut sang isteri.

“Seketika itu saya baru teringat. Panik. Iya juga. Jangan – jangan saya covid-19,” kata Jupri, panik.

BACA JUGA:  Jumlah Kasus Positif Covid-19 Indonesia Terus Meningkat

Jupri kemudian mengabarkan sang mandor kalau dirinya izin tak masuk kerja karena sakit. Kemudian, dia langsung menuju rumah sakit, tes swab. Hasilnya, dirinya positif.

“2 minggu akhirnya saya di rumah saja,” kata dia.

Jupri merasa beruntung, karena gejala yang dialaminya tidaklah berat. Namun, tidak semua orang mengalami gejala ringan, banyak yang mengalami gejala berat hingga sesak napas bahkan sampai meninggal.

“Intinya memang protokol kesehatan harus selalu diperhatikan di mana saja. Kita tidak tahu dengan siapa kita berkontak, mereka dari mana. Lebih aman memang pakai masker dalam keadaan apapun,” pesan Jupri. (bpc4)

Berita Terkini

Jumat, 30 Juli 2021 18:13

Nelayan di Rohil Dapat Bantuan 30 Unit Rumah Panggung

Nelayan, Rohil

Jumat, 30 Juli 2021 17:05

Gubri Sebut Rumah Oksigen Bisa Tampung 200 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Riau

Jumat, 30 Juli 2021 16:03

Ha? Ada Tsunami di Indonesia Hari Ini?

Tsunami Indonesia

Jumat, 30 Juli 2021 15:30

Jokowi: Jangankan Lockdown, Semi Lockdown Saja Sudah Menjerit

Indonesia, Lockdown

Jumat, 30 Juli 2021 15:02

PPKM Level 4 di Pekanbaru Malah Bikin Warga Berkerumun di Tengah Jalan

PPKM Level 4 Pekanbaru

Jumat, 30 Juli 2021 14:15

Video: Pemprov Riau Diminta Segera Serahkan Draf APBD-P 2021

APBD-P Riau 2021

Jumat, 30 Juli 2021 13:30

Daerah Harusnya Bisa Gesa Realisasi Perlinsos dengan PMK Ini

PMK Perlinsos

Jumat, 30 Juli 2021 13:14

Hitung-Hitung Amalan Selama di Dunia

Islampedia

Jumat, 30 Juli 2021 12:36

Wagubri: Jaminan Kesehatan Adalah Hak Pekerja

Jaminan Kesehatan Pekerja