Anggota DPR-RI Puji Bupati Siak Cepat Respon Persoalan Petani Sawit

Jumat, 12 November 2021 13:52
Anggota DPR-RI Puji Bupati Siak Cepat Respon Persoalan Petani Sawit

BERTUAHPOS.COM, SIAK – Bupati Siak Alfedri menyambut kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV DPR RI di Kabupaten Siak. Tujuan dari Kunker tersebut, kata Alfedri, untuk meminta masukan berkaitan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang berlangsung di PT Inti Indosawit.

“Hari ini kami menerima kunjungan kerja komisi IV DPR RI. Kunker tersebut, untuk melihat program PSR di Kabupaten Siak. Khususnya, di kampung Bukit Harapan, Kerinci Kanan,” sebut Alfedri, Kamis (11/11/20201) kemarin.

Lanjutnya, target program PSR di Kabupaten Siak 22 ribu hektar. Namun yang baru terrealisasi, hanya 3,800 hektar. Penyebanya, ada berbagai faktor.

Diantaranya, sertifikat tanah warga, miliki anggunan di Bank, kemudian balik nama yang belum selesai.

Baca: Riau Juga Minta Diprioritaskan Dalam Pengiriman Vaksin

“Dengan kunjungan kerja DPR RI ini, menjadi dorongan bagi kami bagaimana nanti bisa di selesaikan melalui kerjasama dengan BPN dan Pengadilan Negeri,” ujarnya.

Alfedri menceritakan, diskusi yang berlangsung antara anggota DPR RI dan petani, para petani sawit meminta harga pupuk bisa lebih murah. Kemudian para petani sawit ingin ada penghasilan jelang lahan sawit mereka yang masuk program peremajaan jelang panen.

“Mereka minta ada pupuk supsidi dari pemerintah. Karena pemilik di bawah lahan 2 hektar, mendapatkan pupuk subsidi. Kemudian, ada sumber kehidupan mereka ini menjelang sawitnya di panen. Tentu ini bisa dilakukan melalui tanaman tumpang sari. Kita juga punya program tumpang sari bagi repanting termasuk ada program dari Kementrian Pertanian,” terangnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menceritakan, kehadirannya di Kabupaten Siak untuk menyerap masukan dari para petani, perusahaan dan pemerintah daerah terkait rendahnya realisasi program PSR.

“Kami mendorong perusahaan membuka ruang bagi para petani, yang masuk program PSR. Ada rentan waktunya panjang jelang sawit mereka panen, mereka ekonomi produksi bisa memanfaatkan areal tanah perkebunan. Di areal itu bisa di tanami jagung, ubi dan lain-lain,” kata dia.

Hasil penelitian Litbang Pertanian tidak masalah lahan perkebunan itu, ada tanaman tumpang sari. Sehingga tidak nunggu hasil panen sawit. Kami mendorong juga pemerintah khusus pupuk Indonesia jual pupuknya jangan terlalu tinggi, agar para petani punya kecukupan pembiayaan untuk pemeliharaan kebun dan produksi.

“Kami seneng dengan pak Bupatinya respon dan selama ini memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat, para petani sawit,” kata Dedi Mulyadi.

Dikesempatan tersebut, mantan Bupati Purwakarta itu memuji Bupati Siak Alfedri cepat respon persoalan petani sawit. (Infotorial)

Berita Terkini

Sabtu, 27 November 2021 09:55

Debut Gol Cantik Egy di Liga Slovakia

Pemain Indonesia Egy Maulana Vikri berhasil membuat gol debutnya untuk FK Senica, Junat 26 November 2021.

Sabtu, 27 November 2021 09:35

Bimbingan Akademik di Luar Kampus, Ini Kata Unri

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Riau (Unri), Sujianto mengatakan pihaknya akan kesulitan mengontrol jika ada kejadian bimbingan akademik anatara dosen dan mahasiswa dilakukan di luar kampus.

Sabtu, 27 November 2021 08:43

Muncul Varian Botswana, Indonesia Tutup Penerbangan dari Afrika

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi masuknya Covid-19 B.1.1529 atau varian Botswana ke Indonesia.

Sabtu, 27 November 2021 06:29

Rangnick ke MU, Klopp: Bukan Kabar Baik Bagi Tim Lain

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan kedatangan Ralf Rangnick ke Manchester United (MU) bukanlah kabar baik bagi tim-tim Inggris yang lain.

Sabtu, 27 November 2021 05:32

Menang Lawan Myanmar, Tae-Yong: Kepercayaan Diri Pemain Naik

Meski menilai masih banyak kekurangan pasca menang 4-1 melawan Myanmar pada Kamis malam, pelatih Shin Tae-yong menilai kepercayaan diri pemain timnas mulai meningkat.

Sabtu, 27 November 2021 05:00

Catatan Sejarah 27 November: Hari Lahir Abraham Samad, Ketua KPK ke-4

Selama menjabat sebagai Ketua KPK RI ke-4 2011-2015, Abraham Samad mengklaim telah memyelamatkan uang negara dengan nilai triliunan rupiah.

Jumat, 26 November 2021 20:04

Syamsuar: Jamkrida Kerjanya Jangan Monoton

BUMD dorong untuk meniingkatkan dividen

Jumat, 26 November 2021 19:18

APBD Lelet Pembangunan Seret

OPINI

Jumat, 26 November 2021 16:10

Sederet Pebisnis ‘Raksasa’ Incar Ibu Kota Negara Baru

Para pengembang menyatakan kepastian untuk melakukan investasi di Tanah Borneo.