• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal New Normal, Muhammadiyah: Wajar Tumbuh Persepsi kehidupan Masyarakat Dikalahkan Kepentingan ekonomi

Romi J. by Romi J.
28 Mei 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai pernyataan pemerintah soal new normal bisa menimbulkan tanda tanya dan kebingungan masyarakat.

Karena itu, wajar jika kemudian kebijakan new normal dari pemerintah menumbuhkan persepsi bahwa kehidupan masyarakat dikalahkan demi kepentingan ekonomi.

Hal ini disebabkan menurut laporan BNPB, pandemi covid-19 masih belum bisa diatasi. Namun, pemerintah sudah mewacanakan kebijakan new normal.

Selain itu, PP Muhammadiyah juga menilai perlu ada penjelasan pemerintah mengenai pembukaan mal dan tempat perbelanjaan, sementara masjid dan tempat ibadah masih ditutup.

“Wajar apabila kemudian tumbuh persepsi publik yang menilai kehidupan masyarakat dikalahkan untul kepentingan ekonomi. Penyelamatan ekonomi memang penting, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah keselamatan jiwa masyarakat ketika wabah covid-19 belum dapat dipastikan penurunannya,” ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dikutip dari akun Instagram PP Muhammadiyah, @lensamu, Kamis 28 Mei 2020.

Muhammadiyah juga mempertamyakan apakah kebijakan new normal sudah melalui tahapan pengkajian yang valid dan seksama dari para ahli epidemiologi. Pemerintah dituntut menjelaskan dasar kebijakan new normal secara transparan dan objektif.

“Pemerintah mempunyai legalitas yang kuat dalam mengambil kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, sepenuhnya juga bertanggungjawab atas konsekuensi dari kebijakan new normal,” tutup Abdul Mu’ti. (bpc2)

Tags: MuhammadiyahNew normal
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Idul adha muhammadiyah
Finance

Ini Respon OJK soal Muhammadiyah Pindahkan Dana dari BSI ke Bank Lain

...

Read moreDetails
JK: Pandangan Moderat Seperti Haedar Nashir Diperlukan

JK: Pandangan Moderat Seperti Haedar Nashir Diperlukan

Ancaman Pembunuhan Muhammadiyah

Muhammadiyah Terima Ancaman dari Oknum BRIN: Menag Hingga Presiden Disentil-Sentil

bank syariah muhammadiyah, muhammadiyah malaysia

Banyak Warga Malaysia Kira Muhammadiyah Itu Ahmadiyah

Toleransi Muhammadiyah-NU: Buya Hamka dan KH Idham Khalid

Sang Pencerah, KH Ahmad Dahlan

Next Post

Kematian Akibat Covid-19 di AS Capai 100,000 Jiwa

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.