MUI Pekanbaru Ajukan Halal Foof Center Ke Pemko Pekanbaru

Sabtu, 01 Februari 2014 14:00

BERTUAHPOS.COM, Pekanbaru – Umat Islam di kota Pekanbaru saat ini jumlahnya kurang lebih mencapai 90 persen. Untuk itu, dalam rangka memperhatikan hak-hak konsumen di Pekanbaru bagi umat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Pekanbaru telah mengajukan usulan kepada pemerintah kota (Pemko) pekanbaru untuk mendirikan Halal Food Center.

Pengajuan Halal Food Center tersebut merupakan salah satu dari 3 program strategis yang di usulkan MUI kota Pekanbaru ke Pemerintah kota Pekanbaru. Selain itu yang di ajukan MUI pekanbaru adalah mengusulkan untuk mendirikan masjid Paripurna, dan mendirikan radio dakwah Arrohman.

Demikian hal itu diungkapkan Ketua MUI Kota Pekanbaru Prof DR Ilyas Husti MA, Jum’at (31/01/14). Dikatakannya, Halal Food Centre  (pusat makanan halal, red) ini sudah di sampaikan proposalnya dengan walikota Pekanbaru. “Mudah-mudahan tahun ini bisa dilaksanakan karena halal food center ini memerlukan dana yang sangat mahal karena harus mempunyai laboratorium,” ujarnya.

Dituturkan Ilyas Husti, MUI Pekanbaru akan bekerjasama dengan laboratotaruin fakultas peternakan UIN Suska Riau untuk di pakai meneliti DNA daging yang beradar di pasaran apakah daging itu berasal dari daging sapi, daging campuran, atau daging busuk untuk dilihat  DNA nya.

Baca: Dari 12 Kecamatan, Baru 7 yang Miliki Posko Damkar

“Proses mendapatkan daging ada juga yang dari impor masuk ke Pekanbaru. Infor tersebut tidak bisa di pastikan dari negara mana. Kalau tahu dari negara mana, proses penyembelihannya seperti apa. Kita kan tidak tahu apakah halal atau tidak,” ungkapnya.

Pasalnya, tambah Ilyas Husti, banyak penjualan makanan di Pekanbaru baik itu dari jualan bakso, kfc dan dan restauran lainnya tidak di ketahui bagaimana proses pengolahan dagingnya seperti apa penyembilahannya, pengirimannya, dan proses mengolahnya. Untuk itu harus di lihat dulu oleh mui apakah ini halal atau tidak.

“Halal disini ada dua. Halal zat dan halal proses. Kalau dia itu binatang halal, apakah disembelih atau tidak. Sedangkan halal proses tidak bercampuran dengan borak, formalin, dan sebagainya harus kita cek melalui yang kita usulkan,” pungkasnya. (Syawal)