Disnaker Pekanbaru Sudah Tahu Chevron Bakal PHK Karyawannya

Selasa, 09 Februari 2016 17:31

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Kepala Dinas Kepala Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pekanbaru, Johnny Sarikoen menurutkan pihak Chevron sudah ada menyampaikan maksud untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. Hanya saja sampai hari ini, pihaknya belum mendapat informasi jumlah karyawan yang di PHK.

Hal itu disampaikan Johnny kepada kru bertuahpos.com saat dijumpai di Gedung DPRD Pekanbaru, Selasa (09/02/2016). “Sudah memberikan (Chevron) memberikan informasi, tapi masih ngobrol-ngobrol dengan kita tentang kemungkinan disurati karyawan yang tetap dan mana yang tidak,” katanya.

Dikatakan Johnny rencana PHK karyawan yang direncanakan Chevron tersebut tidak terlepas dari dampak anjloknya harga minyak dunia. “Ya, mungkin kondisi menukiknya harga minyak dunia berpengaruh dengan biaya operasional, makanya dilakukan langkah penghematan. Tetapi belum ada komunikasi lagi ke kita tentang kebijakan itu (PHK),” katanya.

Tentang ramainya kabar PHK yang dilakukan perusahaan luar negeri sebut Johnny tidak memberikan dampak langsung terhadap Pekanbaru, Provinsi Riau. Hanya saja tidak dapat dipungkiri PHK tersebut berimbas pada peningkatan angka pengangguran.

Baca: Kendaraan ODOL Milik PT. SLS dan Adei Harus Segera Ditindak

“Tetapi biasanya kalau perusahaan luar negeri seperti itu, jauh-jauh hari sudah melakukan beberapa langkah. Seperti memberikan pelatihan, sehingga eks karyawan sudah punya ketrampilan,” sebutnya.

Sedangkan selama Januari 2016, Dinas Tenga Kerja (Disnaker) Pekanbaru sudah menerima 32 aduan PHK dari masyarakat. Kebanyakan aduan yang masuk lantaran pemutusan kerja sepihak oleh pengusaha.
 
Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad menuturkan jika memang rencana PHK karwawan di sektor migas dilakukan, maka angka pengangguran di Riau bisa dipastikan akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal ini terlihat dari jumlah angka pengangguran yang sudah terjadi sepanjang tahun 2015. Deflasi terjadi, kata Mawardi, disebabkan jumlah kepemilikan atau perputaran uang masyarakat lebih sedikit. Akibatnya akan berpengaruh terhadap daya beli di pasaran.

Jumlah pengangguran di Riau pada Agustus 2015 lalu tercatat sebanyak 217,053 jiwa. Dengan demikian tingkat pengangguran terbuka provinsi Riau mencapai 7,83 persen. Naik dibanding tahun 2014 yaitu sebesar 6,56 persen.

Sedangkan Vice President Policy Government and Public Affairs Chevron Pacific Indonesia,‎ Yanto Sianipar membenarkan perusahaannya sedang melakukan efisiensi. Namun dirinya enggan menyebut langkah yang dilakukan ini merupakan PHK. “Dalam perubahan model bisnis terkait perubahan struktur dan ukuruan organisasi saya tidak bisa menyebut perampingan, ini sedang berjalan prosesnya, kami tidak bisa jauh memberi informasi,” katanya kepada liputan6. (Riki)