• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Di Desa Ini, Ingin Nelpon Harus Gantung HP Dulu

Tim Redaksi by Tim Redaksi
22 Februari 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Di zaman serba modern seperti ini, tenyata masih ada masyarakat yang tidak bisa menikmati kecanggihan teknologi. Seperti yang alami oleh masyarakat Desa Batu Sasak, Kacamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Sebuah bangunan kios yang terbuat dari kayu, menjadi tempat persinggahan masyarakat di desa ini. Dari kios kecil itulah mereka biasanya memberi kabar kepada orang tua, sanak famili, istri, atau pacar yang keberadaannya jauh dari mereka.

Rudi, seorang pegawai kantor Pemerintahan di Provinsi Riau berkali-kali mengikat HP dan menggantungkannya pada sebuah paku yang melekat ada tiang penyangga atap bangunan itu. Hal itu terpaksa harus dilakukannya untuk memberi kabar kepada sang istri, bahwa tidak bisa pulang untuk beberapa hari kedepan.  Pasalnya, akses jalan di desa itu tidak memungkinkan baginya untuk langsung pulang ke ibu kota Provinsi Riau.

Setelah nomor yang dituju tersambung, terdengarlah suara sang istri yang sedang menunggu kabar di Rumah. Dengan kepala sedikit terangkat ke atas, dia tidak berbicara banyak. Setelah memberi tahu di mana lokasi keberadaan dirinya panggilan itupun langsung ditutup.

Lebih kurang seperti itulah cara masyarakat di desa ini menggunakan teknologi. Minimnya fasilitas jaringan untuk seluler membuat mereka seolah terkurung di tengah perbukitan Bukit Barisan. Alfian Furqon, warga Desa Batu Sasak menyebutkan bahwa kondisi yang demikian membuat masyarakat di desa ini, dan 7 desa lainnya di wilayah itu sulit berkomunikasi, apalagi harus membuka internet untuk membaca berita.

Daerah terakhir yang memiliki fasilitas jaringan sinyal ada di Desa Muara Selaya, lebih kurang 7 kilo meter jarak yang harus di tempuh. Sementara sinyal yang ada di desa Batu Sasak, warga setempat menyebutnya sinyal “nyasar” dari Sumatera Barat.

“Hanya bisa di kios itu saja. HP di ikat dengan tali, kemudian digantungkan pada paku yang sudah tersedia. Bergesar 5 senti saja, sinyal putus,” katanya saat bercerita dangan bertuahpos.com, di sebuah warung masyarakat di desa itu, akhir pekan lalu.

Minimnya fasilitas, bukan membuat masyarakat kehabisan akal. Selalu ada cara untuk bisa berkomunikasi. Setidaknya, masyarakat di desa ini juga tahu cara menggunakan HP, laptop atau teknologi lainnya. Tujuannya, mereka tidak mau di bodoh-bodohi pemerintah.

Untuk bisa berkomunikasi menggunakan HP juga harus bisa lihat situasi. Jika cumata tidak memungkinkan, jangan harap bisa dapat jaringan. Selain itu. Tidak pula sembarang HP bisa digunakan. HP yang tidak biasa menangkap jaringan bisa dipastikan tidak bisa terhubung walau diolah sedemikian rupa. Ketika itu, Rudi terpaksa harus melepaskan card sim-nya dan meminjam HP warga. Barulah sinyal bisa terhung.
“Di sini tak guna HP bagus,” sambung Alfian sambil tertawa.

Begitulah sulitnya, masyarakat beberapa desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini. Mereka bukan tak ingin “melek” teknologi, tapi kondisi sarana dan fasilitas pendukung di desa itu, sangat jauh dari kata layak. Mereka juga taan bayar pajak, tapi hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan apa yang sudah dikeluarkan kepada negara.

Melihat kondisi dan situasi seperti ini, tentunya masih banyak PR besar yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Khususnya Pemerintah Kabupaten Kampar. Sejumlah desa yang ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini, bukan satu dua tahun berdiri. Keberadaan mereka sebagai bagian dari Riau sudah sejak lama. Namun pada kenyataanya, belum banyak perubahan yang masyatakat dapatkan.

Penulis: Melba

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Peduli Banjir, Perisai Salurkan Bantuan ke Desa Buluh Cina

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.